Gerakan Rupiah Masih Terbatas

Kompas.com - 19/06/2012, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini, Selasa (19/6/2012), rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi. Perhatian beralih terhadap proses negosiasi Jerman terkait dana talangan untuk Yunani memunculkan nuansa ketidakpastian pasar hingga berpeluang menopang safe-haven dollar AS.

Demikian pendapat para analis dari BNI unit Treasury. Situasi ini mengisyaratkan terbatasinya gerakan rupiah di tengah belum usainya perhatian pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Terlebih kondisi ekonomi AS diperkirakan masih suram walau estimasi naiknya data-data sektor perumahan AS mensinyalkan bertahannya aset-aset yang berisiko.

Adapun penyelenggaraan lelang Surat Utang Negara yang melibatkan 5 seri SUN (2 seri SPN & 3 seri FR) bertarget Rp 5 triliun bakal memicu tambahan dukungan positif bagi rupiah yang pergerakannya senantiasa dikawal BI.

Hari Senin (18/6/2012), kurs rupiah ditutup menguat tipis sebesar Rp 9.387 per dollar AS dibandingkan dengan level pembukaan yang berada pada Rp 9.390 per dollar AS setelah bergerak di kisaran Rp 9.375-Rp 9.426. Menangnya partai prodana talangan di Yunani menaikkan kemampuan mengambil risiko pelaku pasar hingga ikut menyokong mata uang rupiah di tengah total kemenangan TD valas bertenor 7 dan 14 hari masing-masing senilai 100 juta dollar AS dan 400 juta dollar AS. Bahkan, melemahnya sinyal Greexit dari keanggotaanya di zona euro mengantarkan Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di zona positif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau