Dahlan Bakal Copot Satu Komisaris BUMN

Kompas.com - 19/06/2012, 11:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengisyaratkan akan mencopot seorang komisaris BUMN karena lalai menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Seorang komisaris BUMN tersebut, menurut Dahlan, menolak melaporkan LHKPN-nya meskipun dua kali mendapat teguran KPK.

"Saya langsung ganti saja, KPK sudah memperingatkan dua kali," kata Dahlan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/6/2012), seusai menemui Direktur LHKPN KPK.

Dahlan mendatangi KPK untuk mengambil laporan soal anak buahnya yang tercatat lalai melaporkan LHKPN. Menurut Dahlan, komisaris BUMN tersebut menjabat sejak sebelum Dahlan menjadi menteri. Namun, Dahlan enggan menyebut nama komisaris BUMN tersebut. Dia mengisyaratkan kalau si komisaris itu berasal dari BUMN logistik. "Tapi bukan Bulog (Badan Urusan Logistik)," ucap Dahlan.

Lebih jauh, Dahlan mengungkapkan, komisaris BUMN yang dimaksudnya itu memang enggan melaporkan LHKPN-nya. Si komisaris, katanya, berkata lebih baik mengundurkan diri daripada harus melaporkan LHKPN. "Dia bilang memang tidak mau, dan dia bilang kalau diminta untuk mengirim laporan kekayaan dia lebih baik mengundurkan diri, tapi sampai hari ini enggak mundur-mundur. Ya besok mundurlah," tuturnya.

Ada dua kemungkinan, lanjut Dahlan, yang menyebabkan komisaris BUMN itu tidak mau melapor LHKPN. "Pertama, merasa bahwa saya ini miskin kok disuruh lapor kekayaan, kalau lapor kemiskinan ya mau, mungkin begitu," ucap mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara itu.

Kemungkinan kedua, menurut Dahlan, komisaris itu takut jika harta kekayaannya diketahu orang lain. "Saya belum tahu (alasannya) yang mana," katanya.

Dahlan pun memperingatkan kepada pimpinan BUMN yang lain untuk taat melaporkan LHKPN-nya. "Enggak usah sampai peringatan kedua, begitu peringatan pertama tidak mau, diganti saja," ancam Dahlan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau