Bahas RUU Pemda-Desa, Anggota Komisi II Pergi ke 4 Negara

Kompas.com - 19/06/2012, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat kembali berencana keluar negeri untuk studi banding. Kali ini, sejumlah anggota Komisi II DPR akan ke empat negara untuk kepentingan pembahasan dua Rancangan Undang-Undang yakni Pemerintah Daerah dan Desa.

Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain mengatakan, untuk pembahasan RUU Desa, sebagian anggota Komisi II akan mendatangi Cina dan Venezuela. Adapun terkait RUU Pemda akan mendatangi Jepang dan Jerman.

"Saya ikut ke Cina," kata Malik melalui pesan singkat, Selasa (19/6/2012).

Malik mengatakan, alasan memilih Cina lantaran negara tersebut berhasil membangun kekuatan desa. Pihaknya akan berkunjung ke desa terkaya di Cina, Desa Huaxi. Dahulu, kata dia, desa itu miskin. Kini, menjadi desa terkaya dan modern.

"Mayoritas penduduk di desa ini memiliki kekayaan setidaknya seratus ribu Euro atau lebih. Desa ini punya sebuah perusahaan multi sektor industri yang terdaftar di bursa saham. Para penduduknya pemegang saham dan dibayar seperlima dari keuntungan perusahaan," kata Malik.

Malik menambahkan, pihaknya ingin mempelajari pola penataan desa, kewenangan yang dimiliki, sistem penyelenggaraan pemerintahan, proses pembangunan, dan lainnya. Pihaknya juga ingin bertemu parlemen Cina untuk mengetahui UU yang terkait pembangunan desa di Cina.

"Kita juga ingin bertemu Kementerian Dalam Negeri Cina yang berhubungan dengan tata kelola pemerintahan desa, kemudian pejabat wilayah yang terkait dengan pemberdayaan desa," kata politisi PKB itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau