Cristiano Ronaldo di sayap kiri dan Luis Nani di sayap kanan telah membuat Portugal terbang melewati grup neraka. Kedua sayap itu sempat dipatahkan tim ”Panser” Jerman di laga awal.
Namun, keduanya mulai mengepak sebagai sayap yang padu saat mengalahkan Denmark. Saat menghadapi Belanda, kedua sayap itu pula yang membuat Portugal berada di atas angin dan memorakporandakan tim negeri kincir angin tersebut.
Belanda sempat mendominasi permainan selama 15 menit pertama. Namun, serangan cepat yang dibangun Portugal dari kedua sayapnya membuat Belanda lebih sering bermain di area pertahanan sendiri.
Permainan cantik dari kaki ke kaki ala Portugal sangat sulit dibendung Jetro Willems dan Gregory van der Wiel yang bertugas sebagai bek sayap. Bola berpindah dengan cepat dari tengah ke sayap dan kembali ke tengah di kotak penalti. Hanya ketidakberuntungan yang membuat Portugal gagal mencetak gol saat tembakan Ronaldo, Helder Postiga, dan Raul Meireles masih melebar ke sisi gawang
Ada lubang, bukan hanya celah, pada pertahanan Belanda sehingga para gelandang dan penyerang Portugal dapat menerobos dengan leluasa. Apalagi, para pemain bertahan Belanda tidak saling melapis. Hal itu diperparah dengan sprint para pemain belakang tim oranye yang lamban dan jebakan off-side yang mudah terbaca.
Rapuhnya pertahanan Belanda dan kembalinya ketajaman Ronaldo terwujud pada menit ke-28. Joao Pereira melepaskan umpan terobosan di antara para bek Belanda dan dikejar oleh Ronaldo, lalu ditembakkan untuk menaklukkan kiper Maarten Stekelenburg dan mencetak gol.
Hanya Ron Vlaar yang bereaksi mengejar Ronaldo meskipun ketinggalan beberapa detik. Semua bek lainnya terdiam.
Di babak kedua, Portugal memadukan antara serangan balik cepat dan serangan terorganisasi dari sayap. Ronaldo dan Nani tidak segan turun ke tengah untuk mencari bola dan saling memberikan umpan. Keduanya juga cepat berlari ke depan untuk menyerang pertahanan Belanda.
Gol kedua Portugal tercipta dari serangan balik Portugal, yang dikoordinasikan oleh Nani dan Ronaldo. Ronaldo yang dicela karena tidak menciptakan gol pada dua laga pertama berhasil mencetak gol kedua dan membungkam semua pengkritiknya.
”Ronaldo banyak dikritik pada dua laga pertama dan kini sudah kembali lagi. Sangat cepat perubahannya,” kata Bert van Marwijk, Pelatih Belanda.
Van Marwijk mengakui ada kelemahan di lini belakangnya. Kerja sama antarlini perlu diperbaiki jika Belanda ingin membangun tim yang kuat.
Namun, Marwijk heran dengan lini depannya yang diisi para pemain hebat, tetapi tidak produktif dalam mencetak gol. Mereka menciptakan banyak peluang, tetapi jarang dapat dikonversi menjadi gol.
Pelatih Portugal Paulo Bento mengatakan, kerja sama antarlini timnya semakin kompak. Tiga pemain gelandang mereka, Miguel Veloso di tengah, Raul Meireles di kanan, dan Joao Moutinho di kiri, mampu memasok bola bagi Ronaldo dan Nani.
Lancarnya pasokan bola kepada kedua penyerang sayap itu membuat mereka mampu menciptakan banyak peluang dan akhirnya mencetak gol. Kerja sama yang dinamis tersebut belum muncul saat Portugal menghadapi Jerman yang kokoh di lapangan tengah sehingga Ronaldo seperti mandul.
”Kami mencapai target pertama dengan cara yang baik. Organisasi permainan kami sangat baik dan para pemain terus berjuang untuk hasil terbaik,” kata Bento.
Ronaldo mengaku gembira dengan hasil ini dan dua gol yang dicetaknya. Namun, pemain Real Madrid itu mengaku lebih mementingkan kemenangan tim daripada pencapaian individunya.
Kini, Ronaldo mengarahkan perhatiannya untuk merebut piala karena dia tidak pernah menjadi juara bersama Portugal.