Sayap Portugal Mengembang

Kompas.com - 20/06/2012, 03:46 WIB

Bagaikan layar kapal-kapal Portugal pada abad XV yang mengembang dan siap menaklukkan berbagai daerah sampai ke Nusantara, begitulah kemampuan kedua sayap tim nasional Portugal di Piala Eropa 2012. Menghadapi Belanda di laga akhir penyisihan grup, kedua sayap itu meluluhlantakkan pertahanan tim ”Oranye”.

Cristiano Ronaldo di sayap kiri dan Luis Nani di sayap kanan telah membuat Portugal terbang melewati grup neraka. Kedua sayap itu sempat dipatahkan tim ”Panser” Jerman di laga awal.

Namun, keduanya mulai mengepak sebagai sayap yang padu saat mengalahkan Denmark. Saat menghadapi Belanda, kedua sayap itu pula yang membuat Portugal berada di atas angin dan memorakporandakan tim negeri kincir angin tersebut.

Belanda sempat mendominasi permainan selama 15 menit pertama. Namun, serangan cepat yang dibangun Portugal dari kedua sayapnya membuat Belanda lebih sering bermain di area pertahanan sendiri.

Permainan cantik dari kaki ke kaki ala Portugal sangat sulit dibendung Jetro Willems dan Gregory van der Wiel yang bertugas sebagai bek sayap. Bola berpindah dengan cepat dari tengah ke sayap dan kembali ke tengah di kotak penalti. Hanya ketidakberuntungan yang membuat Portugal gagal mencetak gol saat tembakan Ronaldo, Helder Postiga, dan Raul Meireles masih melebar ke sisi gawang

Ada lubang, bukan hanya celah, pada pertahanan Belanda sehingga para gelandang dan penyerang Portugal dapat menerobos dengan leluasa. Apalagi, para pemain bertahan Belanda tidak saling melapis. Hal itu diperparah dengan sprint para pemain belakang tim oranye yang lamban dan jebakan off-side yang mudah terbaca.

Rapuhnya pertahanan Belanda dan kembalinya ketajaman Ronaldo terwujud pada menit ke-28. Joao Pereira melepaskan umpan terobosan di antara para bek Belanda dan dikejar oleh Ronaldo, lalu ditembakkan untuk menaklukkan kiper Maarten Stekelenburg dan mencetak gol.

Hanya Ron Vlaar yang bereaksi mengejar Ronaldo meskipun ketinggalan beberapa detik. Semua bek lainnya terdiam.

Di babak kedua, Portugal memadukan antara serangan balik cepat dan serangan terorganisasi dari sayap. Ronaldo dan Nani tidak segan turun ke tengah untuk mencari bola dan saling memberikan umpan. Keduanya juga cepat berlari ke depan untuk menyerang pertahanan Belanda.

Gol kedua Portugal tercipta dari serangan balik Portugal, yang dikoordinasikan oleh Nani dan Ronaldo. Ronaldo yang dicela karena tidak menciptakan gol pada dua laga pertama berhasil mencetak gol kedua dan membungkam semua pengkritiknya.

”Ronaldo banyak dikritik pada dua laga pertama dan kini sudah kembali lagi. Sangat cepat perubahannya,” kata Bert van Marwijk, Pelatih Belanda.

Van Marwijk mengakui ada kelemahan di lini belakangnya. Kerja sama antarlini perlu diperbaiki jika Belanda ingin membangun tim yang kuat.

Namun, Marwijk heran dengan lini depannya yang diisi para pemain hebat, tetapi tidak produktif dalam mencetak gol. Mereka menciptakan banyak peluang, tetapi jarang dapat dikonversi menjadi gol.

Pelatih Portugal Paulo Bento mengatakan, kerja sama antarlini timnya semakin kompak. Tiga pemain gelandang mereka, Miguel Veloso di tengah, Raul Meireles di kanan, dan Joao Moutinho di kiri, mampu memasok bola bagi Ronaldo dan Nani.

Lancarnya pasokan bola kepada kedua penyerang sayap itu membuat mereka mampu menciptakan banyak peluang dan akhirnya mencetak gol. Kerja sama yang dinamis tersebut belum muncul saat Portugal menghadapi Jerman yang kokoh di lapangan tengah sehingga Ronaldo seperti mandul.

”Kami mencapai target pertama dengan cara yang baik. Organisasi permainan kami sangat baik dan para pemain terus berjuang untuk hasil terbaik,” kata Bento.

Ronaldo mengaku gembira dengan hasil ini dan dua gol yang dicetaknya. Namun, pemain Real Madrid itu mengaku lebih mementingkan kemenangan tim daripada pencapaian individunya.

Kini, Ronaldo mengarahkan perhatiannya untuk merebut piala karena dia tidak pernah menjadi juara bersama Portugal.

(AFP/AP/Reuters/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau