Jakarta 1

Hidayat: Upah Buruh di DKI Harus Lebih Tinggi dari Provinsi Lain

Kompas.com - 20/06/2012, 10:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Upah Minimum Provinsi (UMP) selalu menjadi masalah perburuhan yang ada di Indonesia, tak terkecuali di DKI Jakarta. Banyak buruh DKI yang mengeluhkan bahwa UMP mereka belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hidayat Nur Wahid, salah satu calon Gubernur DKI dalam Pilkada DKI 2012 menyatakan, akan menaikkan UMP DKI demi kesejahteraan buruh dan pekerja di DKI. Hal itu diungkapkan Hidayat Nur Wahid saat ditemui usai acara Deklarasi Dukungan Koalisi Buruh Beresin Jakarta, di Hidayat-Didik Center, Jalan Warung Buncit No. 30, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2022) malam.

Saat ditanyai wartawan tentang jumlah UMP yang akan ditetapkan nanti, Hidayat belum dapat memastikannya. Menurut dia, dia harus duduk dengan rekan-rekan di DPRD bidang perburuhan, sarikat pekerja, dan pengusaha untuk dapat menetapkan jumlah UMP. Kenaikan UMP DKI ini sekaligus berkenaan dengan salah satu isi kontrak politik Hidayat-Didik dengan buruh DKI, yaitu menjadikan Provinsi DKI sebagai barometer pengupahan nasional yang memiliki upah tertinggi di Indonesia.

"Lebih tinggi dari yang sekarang dan lebih tinggi karena dia menjadi barometer bagi provinsi yang lain. Dia (upah buruh) harus lebih tinggi dari provinsi lain," ujar Hidayat.

Hidayat berkeyakinan, jika para buruh diajak bicara dan didengar pendapatnya, mereka juga menjadi bagian dari solusi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (19/6/2012) malam, koalisi buruh DKI mendeklarasikan dukungan mereka untuk Hidayat-Didik sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Selain deklarasi, mereka juga melakukan penandatangan kontrak politik terkait kesejahteraan buruh dan pekerja DKI Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau