Obama Dorong Zona Euro Atasi Krisis

Kompas.com - 20/06/2012, 10:16 WIB

LOS CABOS, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama mengatakan dia berbesar hati oleh rencana para pemimpin Eropa untuk mengatasi krisis zona euro, dalam penutupan pertemuan G20 di Meksiko.

Dalam sebuah pernyataan akhir, pemimpin dunia mengatakan mereka akan mengambil "kebijakan yang perlu" untuk melindungi zona euro. Para pemimpin mengatakan mereka menyambut rencana Spanyol untuk merekapitalisasi perbankan, menurut pernyataan tersebut.

Pertemuan para pemimpin dunia itu dilakukan di tengah upaya Yunani untuk membentuk pemerintah koalisi dan peningkatan biaya utang Spanyol.

Dalam keterangannya kepada wartawan di akhir pertemuan, Presiden Obama mengatakan pemimpin Eropa mengetahui bahwa langkah yang berani dan tegas diperlukan untuk menangani krisis utang Eropa. "Apa yang kami dengar dari pemimpin Eropa dalam diskusi itu, mereka mengerti risiko mengapa ini penting bagi mereka untuk mengambil langkah berani dan tegas, dan saya yakin mereka dapat mengatasi ujian tersebut," kata dia.

Presiden Obama mengatakan bahwa ketika tidak ada "peluru tajam" untuk mengatasi krisis Eropa, "setiap langkah menjadi poin Eropa bergerak bersama dan tidak pecah. Saya yakin bahwa dalam beberapa pekan, Eropa akan melakukan apa yang harus kami lakukan," kata dia.

Aksi Konkrit

Pertemuan G20 berlangsung saat pemimpin Eropa menangani stabilitas di zona euro dan bekerja dengan pemerintahan baru Yunani untuk melakukan reformasi dan keberlanjutan. "Anggota euro di G20 akan mengambil kebijakan yang perlu untuk mengamankan integritas dan stabilitas di wilayah, meningkatkan fungsi pasar keuangan," seperti disampaikan dalam pernyataan bersama.

"Kami mendukung intensitas untuk mempertimbangkan langkah untuk mengintegrasikan arsitektur keuangan," tambah pernyataan itu. "Anggota Uni Eropa di G20 memutuskan untuk mendukung kebijakan pertumbuhan".

Tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel menekankan bahwa Yunani harus menjalankan kesepakatan. "Reformasi yang kami sepakati sebelumnya merupakan langkah yang tepat dan mereka harus dapat mengimplementasikan," kata Merkel kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa pemimpin dunia bersikap seimbang dalam membicarakan tentang pertumbuhan. "Kami memiliki hak untuk menggabungkan konsolidasi anggaran... dan di waktu yang bersama untuk mendorong pertumbuhan".

Dalam diskusi penutup, pemimpin dunia sepakat untuk tidak menerapkan kebijakan proteksi yang baru sampai 2014.

Kucuran Dana

Tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa perlindungan perdagangan dalam negeri penting dilakukan untuk melindungi peluang kerja bagi warga Rusia.

Sementara itu, Brasil, Russia, India, China dan Afrika Selatan yang dikenal dengan Brics, juga menyatakan akan meningkatkan kontribusi kepada Dana Moneter Internasional (IMF) yang tengah berupaya untuk meningkatkan keuangannya demi mencegah adanya krisis keuangan di masa mendatang.

Lima negara Brics juga menawarkan konribusi senilai 10 milliar dollar AS kepada IMF sehingga mereka dapat memiliki pengaruh yang lebih besar dalam organisasi itu.

China juga menjanjikan kucuran dana 43 milliar dollar untuk dana intervensi IMF, yang nilainya mencapai hampir dua kali lipat menjadi 456 milliar dollar.

Wartawan BBC, Bridget Kendall, melaporkan dari Los Cabos bahwa tawaran milliaran dollar dari negara ekonomi maju merupakan salah satu hasil dari pertemuan yang berlangsung selama dua hari. Dana itu, akan digunakan IMF untuk mencegah menyebarnya krisis euro, dan merupakan sinyal dukungan pemulihan dan juga kekhawatiran terhadap ekonomi Eropa yang rapuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau