Muliaman: Internal OJK Perlu Konsolidasi yang Cepat

Kompas.com - 20/06/2012, 11:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terpilih, Muliaman D Hadad, mengatakan internal Otoritas Jasa Keuangan perlu konsolidasi yang cepat. Ini perlu dilakukan mengingat pegawai OJK nantinya berasal dari Bapepam-LK Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

"Dengan latar belakang kultur yang berbeda dan teknik pengawasan berbeda menurut saya perlu konsolidasi," sebut Muliaman, seusai menghadiri pembukaan seminar terkait bancaassurance yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia, di Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Muliaman menaruh masalah ego sektoral yang mungkin muncul dari internal OJK sebagai salah satu prioritas. Menurut dia, konsolidasi internal yang cepat diperlukan untuk menghadapi hal itu. "Dan konsolidasi internal ini untuk menjamin masa transisi yang baik ini tentu saja menjadi salah satu prioritas," sambung dia.

Selain masalah konsolidasi, prioritas lain yang tak kalah penting adalah perbaikan kegiatan pengawasan secara umum. Ini penting baginya demi membangun pengawasan yang lebih terintegrasi. Tidak sektoral seperti yang terjadi sekarang ini. Dengan pengawasan yang terintegrasi, kata Muliaman yang sekarang masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, maka beberapa kasus di industri jasa keuangan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat bisa diminimalisasi.

"Dengan demikian integrasi ini memerlukan banyak hal, termasuk integrasi dan harmonisasi di berbagai macam aturan. Dan tentu saja teknik pengawasan," pungkas dia.

Muliaman terpilih secara aklamasi di Komisi XI DPR, Selasa (19/6/2012) malam. Ia terpilih bersama dengan Nelson Tampubolon, Nurhaida, Rahmat Waluyanto, Firdaus Djaelani, Ilya Avianti, dan Kusumaningtuti S Soetiono.

OJK adalah lembaga baru yang akan melakukan supervisi industri jasa keuangan. Ini merupakan industri yang strategis sehingga harus diawasi orang-orang berintegritas tinggi, memiliki keahlian dan kompetensi di bidang keuangan. OJK nantinya akan mengelola dana yang terbilang besar yakni sekitar Rp 7.500 triliun atau setara dengan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau