Kejaksaan Negeri Kolaka Kekurangan Jaksa

Kompas.com - 20/06/2012, 12:20 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com - Sejak enam tahun terakhir, Kejaksaan Negeri Kolaka, Sulawesi Tenggara, tidak bisa bekerja secara optimal, karena kekurangan tenaga jaksa. Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka Wahyudi mengungkapkan hal itu di Kolaka, Rabu (20/6/2012). 

Wahyudi mengatakan, kurangnya tenaga jaksa juga berdampak pada kurangnya fungsi pengawasan pembangunan atau penanganan kasus korupsi. Padahal ada banyak laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun masyarakat tentang dugaan korupsi di Kolaka.

"Bayangkan saja dengan begitu banyaknya perkara yang masuk, tidak sebanding dengan jumlah jaksa yang kita miliki. Optimalnya untuk di wilayah kayak Kabupaten ini harus memiliki 15 jaksa, namun kenyataannya hanya tujuh jaksa saja. Ini kan kita tidak bisa bekerja secara optimal, apalagi untuk kasus korupsi. Namun bukan berarti kita tidak menanganinya, banyak kok kasus korupsi yang kita periksa," ungkap Wahyudi.

Wahyudi juga menambahkan, kekurangan jaksa di Kejaksaan Negeri Kolaka itu dimulai saat pemekaran Kabupaten Kolaka Utara tahun 2006 silam. "Sebagian tenaga jaksa kan di lempar ke Kolaka Utara jadi tenaga jaksa di sini itu berkurang," terangnya.

Wahyudi yang baru menjabat sebagai kepala Kejaksaan Negeri Kolaka beberapa bulan lalu menegaskan, khusus untuk penanganan kasus korupsi akan menjadi prioritas utama di Kolaka. Terkait hal inilah Kejaksaan Kolaka menyusun penambahan jaksa yang nantinya akan diusulkan kepada Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Agung.

"Saat ini pun Kejaksaan Kolaka akan kembali membuka beberapa kasus besar di Kolaka yang sempat tertunda. Contohnya adalah kasus pengadaan kendaraan dinas, sewa tenda dan dana kesekretariatan, yang berjumlah Rp 2,4 miliar pada tahun 2007 dan 2008 lalu," ujar Wahyudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau