JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengumpulkan semua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu (20/6/2012) siang. Kedatangan seluruh pasangan calon ini ditujukan untuk menandatangani nota kesepahaman kampanye Pilkada damai yang akan dilakukan mulai tanggal 24 Juni 2012 mendatang.
"Hari ini ada pernyataan sikap dari calon dan simpatisannya agar setiap calon siap terpilih dan juga siap jika tidak terpilih," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (20/6/2012), di Mapolda Metro Jaya.
Seluruh pasangan calon mulai dari Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Riza Patria, Jokowi-Ahok, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Faisal Basri-Biem Benyamin, dan Alex Noerdin-Nono Sampono diminta hadir. Selain pasangan calon, seluruh tim sukses juga akan hadir dalam acara ini.
Rikwanto berpesan, agar setiap calon menaati semua peraturan yang ada. "Yang tidak terpilih diharapkan bisa menerima. Bagi yang tidak terpilih harus tetap bersikap baik menunjukkan komitmennya," papar Rikwanto.
Jika nanti dalam kampanye terdapat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, polisi akan menegakkan hukum. "Di aturannya, undang-undang, siapa berbuat apa atau ada yang menyuruh akan kami usut. Kami harap situasi bisa kondusif," ungkap Rikwanto.
Untuk Pilkada DKI tahun ini, polisi menggelar operasi "Mantap Praja 2012". Di dalam operasi itu, pasukan pengamanan gabungan yang disiagakan mencapai 40.356 personil. Jumlah itu terdiri dari 3.303 personil Polda Metro Jaya, 5.899 personil Polres, 700 personil TNI, 10 personil Mabes Polri, dan 30.444 personil pengamanan di bawah pemprov DKI Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang