Hidayat Tidak Kampanye di Cipinang, tetapi Ceramah

Kompas.com - 20/06/2012, 15:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid, Rabu (20/6/2012) ini, mengunjungi Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur. Kunjungan Hidayat dalam rangka memberikan ceramah, dan tidak dimaksudkan untuk kegiatan kampanye.

"Saya diundang oleh Pesantren Darul Difah, yaitu pesantren yang dikhususkan untuk memberikan terapi atau memberikan kegiatan bagi warga di lapas khusus narkoba ini, untuk memberikan ceramah," kata Hidayat.

Hidayat menuturkan, ceramah yang diberikan dalam rangka Isra Miraj dan untuk penguatan kehidupan beragama bagi warga di LP Cipinang. Ia juga mengatakan, Islam mengajarkan kebaikan dan melakukan peran kebaikan kepada siapa pun.

"Islam bukan Islam yang egois, yang kemudian tidak menganggap yang lainnya. Islam juga tidak menghadirkan terorisme. Dalam ceramah, saya mengajarkan bahwa kita harus berpikir yang baik tentang yang lainnya," kata Hidayat.

Thurman Hutapea, Kalapas Narkotika Cipinang, membenarkan bahwa kunjungan dari calon gubernur DKI Jakarta itu tidak dimaksudkan dalam rangka kampanye di Lapas Narkotika Cipinang. "(Hidayat datang) sebagai penceramah dalam acara Isra Miraj. Kedatangan tidak ada unsur kampanyenya. Tidak ada unsur politik di (lapas) sini," kata Thurman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau