JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pekerja anak atau berusia di bawah 15 tahun di Indonesia cukup tinggi. Sementara itu lebih dari dua pertiga orang muda memasuki dunia kerja dengan bekal pendidikan dasar atau kurang.
Demikian laporan yang disampaikan Understanding Children's Work (UCW), yang merupakan kemitraan antara ILO, UNICEF, dan Bank Dunia yang bertajuk Memahami Pekerjaan yang Dilakukan oleh Anak dan Pekerja Muda: Kondisi Indonesia, di gedung Bapenas, Jakarta (20/6/12).
Hasil laporan juga menunjukkan penurunan keterlibatan kaum muda dalam ketenagakerjaan tidak sejalan dengan kemajuan dalam upaya meningkatkan kehadiran siswa di jenjang sekolah menengah.
"Pendidikan menjadi respons penting terhadap permasalahan pekerja anak dan pekerja muda di Indonesia," ungkap perwakilan UNICEF di Indonesia Angela Kearney.
Laporan menunjukkan sebanyak 2,3 juta anak berusia 7-14 tahun merupakan pekerja anak di bawah umur. Mereka tidak dapat menikmati hak-hak dasar atas pendidikan, keselamatan fisik, perlindungan, bermain, dan rekreasi.
Kebanyakan anak-anak yang bekerja masih sekolah, namun waktu yang dihabiskan di dalam kelas jauh lebih sedikit dibandingkan anak-anak yang tidak bekerja.
"Apabila jumlah anak yang bekerja tak berkurang dan prospek mereka saat memasuki angkatan kerja tidak ditingkatkan, investasi di semua tingkatan dari program prasekolah dan pelatihan kejuruan menjadi sangat penting," ujar Angela.
Perburuhan anak merupakan fenomena rumit yang membutuhkan respons kebijakan yang bersifat komprehensif dan lintas sektoral. Menurut Kepala Bapenas,Armida Salsiah Alisjahbana, pemerintah pada dasarnya sudah memiliki program-program untuk mengatasinya.
"Pada prinsipnya, anak-anak harus diberikan kesempatan seluas-luasnya mengenyam pendidikan agar semua anak dapat mengikuti program pendidikan dasar minimal sembilan tahun, sehingga jumlah pekerja anak mengalami penurunan," kata Armida.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang