Konflik

Kerusuhan Sektarian di Myanmar, Tiga Orang Tewas

Kompas.com - 20/06/2012, 18:40 WIB

YANGON, KOMPAS.com -- Bentrokan berdarah bernuansa sektarian kembali pecah dan meminta korban jiwa di Myanmar. Tiga orang pemeluk Budha warga Desa Yathedaung, Rabu (20/6/2012), dilaporkan tewas dalam insiden yang terjadi di desa yang terletak 65 kilometer dari ibu kota Provinsi Rakhine, Sittwe.

Seperti diwartakan, kawasan barat Myanmar itu dilanda gelombang kerusuhan berdarah bernuansa sektarian, yang terjadi sepanjang dua pekan terakhir. Bentrokan terjadi antara warga pemeluk Budha dan Muslim Rohingya, yang menewaskan sedikitnya 60 orang, serta memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

"Jumlah korban tewas bisa lebih banyak lagi. Kami belum mendapat rincian informasi soal apa yang terjadi dan pemicunya," ungkap seorang pejabat pemerintah di Sittwe.

Pemerintah daerah kesulitan menjangkau dan menghubungi desa itu lantaran hujan deras menghambat jalur transportasi, sekaligus mengganggu hubungan komunikasi ke sana.

Walau insiden berdarah terbaru kali ini kembali menghangatkan situasi, aparat pemerintah di Rakhine menyatakan situasi tetap berada dalam kontrol mereka. Pemerintah setempat menerapkan aturan darurat sejak sepekan terakhir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau