Fosil Ungkap Senggama Kura-kura yang Terputus

Kompas.com - 20/06/2012, 18:41 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Palaentolog asal Jerman berhasil menemukan fosil dari 9 pasang kura-kura yang mati kala melakukan perkawinan atau senggama puluhan juta tahun lalu.

Ilmuwan mengungkapkan, fosil ini menjadi fosil vertebrata (hewan bertulang belakang) pertama yang ditemukan dalam posisi tengah melakukan hubungan seksual.

"Banyak hewan lahir dan mati setiap tahunnya dan banyak yang kemudian terabadikan menjadi fosil karena kondisi tertentu, tapi tak ada alasan untuk menjadi fosil saat Anda melakukan perkawinan," ungkap Walter Joyce, palaentolog yang terlibat penelitian ini.

"Peluang pasangan mati secara bersamaan sangat klecil dan peluang bagi keduanya untuk sama-sama terabadikan menjadi fosil lebih kecil lagi," tambah Joyce seperti dikutip AFP, Rabu (20/6/2012) hari ini.

Fosil kura-kura kawin ini ditemukan di Messel Pit, Jerman, sebuah lokasi yang berada di antara Darmstadt dan Frankfurt. Wilayah ini dahulu kala adalah sebuah danau vulkanik purba yang memungkinkan jenis kura-kura hidup.

Menurut ilmuwan, fosil yang ditemukan berusia 47 juta tahun. Sementara, jenis kura-kura yang ditemukan adalah Allaeochelys crassesculpta. Kini, jenis itu sudah punah.

Mengurai penyebab kematian, pasangan kura-kura tersebut mati karena tenggelam, masuk ke lapisan air danau yang beracun. Kulit kura-kura tersebut menyerap substansi kimia beracun yang ada di danau vulkanik tempatnya hidup.

"Tak diragukan lagi bahwa danau ini membunuh banyak hewan yang lengah," ungkap Joyce yang merupakan ilmuwan dari University of Tuebingen.

Publikasi Joyce di jurnal Royal Society Journal Biology Letters mengungkap bahwa hewan tak biasa meninggal dalam aktivitas keseharian seperti makan dan kawin. Tapi, Joyce juga mengungkap bahwa kura-kura air tawar biasa tak berdaya dalam posisi kawin.

"Jika posisi menunggang terjadi di perairan terbuka, pasangan yang akan kawin kemungkinan besar akan tenggelam di kedalaman tertentu," demikian ungkap Joyce dan rekannya dalam publikasi.

Menurutnya, alasan inilah yang menjelaskan banyaknya pasangan kura-kura yang tenggelam di jebakan kematian yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau