Spion Harrier Lebih Cepat Laku

Kompas.com - 20/06/2012, 22:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - AG (23), pelaku pencurian kaca spion yang menjadi korban amuk massa, menjelaskan, komplotannya memang menargetkan mobil-mobil khusus dalam melancarkan aksi kejahatannya. Target mereka bukan sekadar kaca spion mobil mewah, tetapi lebih terarah pada yang lebih mudah laku di pasar gelap.

Di hadapan aparat Polsek Metro Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (20/6/2012) malam, AG mengaku ia bersama komplotannya sudah sering melakukan aksi pencurian spion. "Kami sekarang sering main (target) ke (Toyota) Harrier soalnya Harrier lebih cepat laku," tutur AG.

Ia mengungkapkan, kelompoknya sudah sering melancarkan aksinya dengan target mobil-mobil mewah. Namun, menurut pengakuannya, spion mobil Mercy, Toyota Alphard, dan jenis mobil mewah lainnya sudah kurang menarik lantaran tidak cepat terjual. "Kita udah nggak main Alphard dan Mercy karena nggak cepat laku," katanya.

AG juga menjelaskan bahwa komplotannya sudah memiliki penadah yang siap menampung spion hasil pencurian. Hasil curian itu dijual di pasar gelap dengan harga jauh di bawah harga pasaran. "Dijual di Pacenongan (Jakpus). Harganya 850 ribu dan hasilnya dibagi rata," kata AG.

Kepada penyidik AG juga mengaku sudah empat kali melancarkan aksi di lokasi kejadian petang tadi, lampu merah dekat flyover Permata Hijau, Kebayoran Lama.

Sebelumnya, AG diringkus dan menjadi sasaran amuk warga Gang Madrasah, Arteri Pondok Indah, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjelang magrib petang tadi. Dia diamankan lantaran melakukan aksi pencurian spion sebuah mobil Toyota Harrier yang sedang berhenti di lampu merah tersebut. Aksi itu dilakukan AG bersama empat rekannya.

Lantaran diteriaki dan dikejar korban, kelima pelaku langsung kocar-kacir melarikan diri. Empat rekannya berhasil lolos, sedangkan AG yang berlari ke dalam Gang Madrasah berhasil diringkus warga setempat. Petugas Polsek Kebayoran Lama baru tiba di lokasi setelah AG babak belur dihajar massa. Kasus ini sendiri ditangani Polsek Kebayoran Lama.

Kapolsek Kebayoran lama Kompol Imam Yulisdianto menjanjikan akan memburu empat rekan AG. "Ini masih kita lidik, sementara 4 orang pelaku lainnya sedang kita kejar," kata Imam di Mapolsek Metro Kebayoran Baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau