JAKARTA, KOMPAS.com - AG (23), pelaku pencurian kaca spion yang menjadi korban amuk massa, menjelaskan, komplotannya memang menargetkan mobil-mobil khusus dalam melancarkan aksi kejahatannya. Target mereka bukan sekadar kaca spion mobil mewah, tetapi lebih terarah pada yang lebih mudah laku di pasar gelap.
Di hadapan aparat Polsek Metro Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (20/6/2012) malam, AG mengaku ia bersama komplotannya sudah sering melakukan aksi pencurian spion. "Kami sekarang sering main (target) ke (Toyota) Harrier soalnya Harrier lebih cepat laku," tutur AG.
Ia mengungkapkan, kelompoknya sudah sering melancarkan aksinya dengan target mobil-mobil mewah. Namun, menurut pengakuannya, spion mobil Mercy, Toyota Alphard, dan jenis mobil mewah lainnya sudah kurang menarik lantaran tidak cepat terjual. "Kita udah nggak main Alphard dan Mercy karena nggak cepat laku," katanya.
AG juga menjelaskan bahwa komplotannya sudah memiliki penadah yang siap menampung spion hasil pencurian. Hasil curian itu dijual di pasar gelap dengan harga jauh di bawah harga pasaran. "Dijual di Pacenongan (Jakpus). Harganya 850 ribu dan hasilnya dibagi rata," kata AG.
Kepada penyidik AG juga mengaku sudah empat kali melancarkan aksi di lokasi kejadian petang tadi, lampu merah dekat flyover Permata Hijau, Kebayoran Lama.
Sebelumnya, AG diringkus dan menjadi sasaran amuk warga Gang Madrasah, Arteri Pondok Indah, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjelang magrib petang tadi. Dia diamankan lantaran melakukan aksi pencurian spion sebuah mobil Toyota Harrier yang sedang berhenti di lampu merah tersebut. Aksi itu dilakukan AG bersama empat rekannya.
Lantaran diteriaki dan dikejar korban, kelima pelaku langsung kocar-kacir melarikan diri. Empat rekannya berhasil lolos, sedangkan AG yang berlari ke dalam Gang Madrasah berhasil diringkus warga setempat. Petugas Polsek Kebayoran Lama baru tiba di lokasi setelah AG babak belur dihajar massa. Kasus ini sendiri ditangani Polsek Kebayoran Lama.
Kapolsek Kebayoran lama Kompol Imam Yulisdianto menjanjikan akan memburu empat rekan AG. "Ini masih kita lidik, sementara 4 orang pelaku lainnya sedang kita kejar," kata Imam di Mapolsek Metro Kebayoran Baru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang