Uang Belanja untuk Biaya Sekolah, Istri Dihajar Suami

Kompas.com - 20/06/2012, 22:59 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com - Suhartini (35), ibu muda yang tinggal di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, melaporkan Buyono (38) yang tak lain adalah suaminya ke Mapolres Situbondo.

Ibu dua anak ini mengaku terpaksa melaporkan suaminya lantaran Buyono telah melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Rabu (20/6/2012).

Akibat penganiayaan yang dilakukan Buyono di rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB, Suhartini babak belur, pelipis kirinya memar, kelopak mata kiri juga memar. Luka memar juga dialami pada paha kirinya. Saat ini, korban masih menjalani rawat inap di Puskesmas Arjasa.

Keterangan yang dihimpun menyebukan, penganiayaan itu terjadi karena Suhartini menghabiskan uang belanja Rp 200 ribu dari Rp 400 ribu yang diberi suaminya. Buyono marah kepada istrinya karena uang Rp 400 ribu berkurang. Padahal, menurut istrinya, uang Rp 200 ribu itu digunakan Suhartini untuk keperluan anaknya yang masih sekolah. 

Tahu suaminya marah, Suhartini sebenarnya sudah berusaha menutupi kekurangan uang tersebut dengan meminjam kepada saudaranya. Namun, hal tersebut malah membuat Buyono kalap.

"Diakui uang sebesar Rp 200 ribu itu memang habis, namun sejumlah uang tersebut digunakan adik saya untuk kepentingan anaknya yang sekolah. Itu dilakukan karena adik saya jarang dikasih uang belanja sama suaminya. Makanya waktu anaknya minta untuk kepentingan sekolahnya, ya adik saya ngambil uang itu," kata Budiarjo, kakak korban, saat ditemui di Puskesmas Arjasa.

Tak terima dengan perbuatan Buyono yang ringan tangan terhadap istrinya, Suhartini dan keluarganya melaporkan kasus KDRT tersebut ke Mapolsek Arjasa. Selanjutnya kasus KDRT itu dilimpahkan ke Mapolres Situbondo.

Begitu mengetahui dilaporkan ke polisi, Buyono langsung kabur dari rumahnya.

Kapolsek Arjasa AKP Didik Rudianto mengatakan, "Kami sudah menerima laporan KDRT tersebut, dan sekarang kami masih memintai keterangan sejumlah saksi. Suami korban juga dalam pengejaran karena diduga kabur setelah tahu kasusnya dilaporkan."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau