Yunani

PM Samaras Janjikan Atasi Krisis

Kompas.com - 21/06/2012, 02:47 WIB

Athena, Rabu - Pemimpin konservatif Yunani Antonis Samaras berjanji untuk bekerja sekuat tenaga membawa Yunani keluar dari krisis ekonomi. Hal itu disampaikan Samaras setelah diambil sumpahnya sebagai Perdana Menteri Yunani, di Athena, Rabu (20/6).

”Dengan bantuan Tuhan kami akan melakukan segalanya yang kami bisa untuk membawa negeri ini terlepas dari krisis,” ujar Samaras kepada wartawan. Samaras (61) memimpin pemerintahan koalisi tiga partai yang akan menjalankan komitmen negara itu setelah menerima dana talangan dari Uni Eropa, Dana Moneter Internasional, dan Bank Sentral Eropa.

Pemimpin Partai Demokrasi Baru itu dilantik tiga hari setelah partainya memenangi pemilu ulang parlemen Yunani. Karena gagal meraih kursi mayoritas parlemen, Samaras menggandeng partai sosialis Pasok, yang menempati urutan ketiga pemilu, dan partai Demokratik Kiri.

Dilantiknya Samaras mengakhiri krisis politik Yunani. Pemilu parlemen bulan lalu gagal menghasilkan pemerintahan karena para pemenang pemilu berbeda pandangan soal dana talangan yang mereka terima. Namun, negeri itu masih harus bekerja keras untuk mengatasi krisis.

Kontribusi

Dari konferensi tingkat tinggi kelompok 20 negara ekonomi utama dunia (G-20), lima negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia yang dikenal dengan BRICS menyatakan akan meningkatkan kontribusinya ke Dana Moneter Internasional (IMF). Bantuan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan ini menolong IMF meningkatkan keuangannya untuk mengatasi krisis keuangan di masa depan.

Rusia dan India menawarkan kontribusi masing-masing senilai 10 miliar dollar AS sehingga dapat memiliki pengaruh yang lebih besar dalam organisasi tersebut. Adapun China menjanjikan kucuran dana 43 miliar dollar AS untuk dana intervensi IMF.

Negara-negara BRICS meminta hak suara lebih besar atas dana tersebut. Dalam pernyataannya, BRICS mengatakan kontribusi itu sebagai antisipasi untuk menjamin reformasi IMF yang disepakati tahun 2010 dilaksanakan tepat waktu, termasuk reformasi komprehensif dalam hal hak suara dan kuota saham.

BRICS menambahkan, mereka berharap kontribusi mereka digunakan hanya setelah sumber daya yang ada telah ”dimanfaatkan secara substansial”.

Tawaran miliaran dollar dari negara-negara utama dunia ini adalah salah satu hasil dari KTT G-20 selama dua hari di Los Cabos, Meksiko. Dana itu akan digunakan oleh IMF untuk mencegah menyebarnya krisis euro, dan menjadi sinyal dukungan pemulihan terhadap ekonomi Eropa yang rapuh.

IMF telah diminta meminjamkan uang kepada negara-negara seperti Yunani yang telah terpengaruh krisis utang di zona euro. Ada kekhawatiran tambahan dana dibutuhkan jika krisis utang memburuk dan menyebar ke perekonomian wilayah yang lebih besar, seperti Spanyol dan Italia.

Kontribusi itu untuk menopang cadangan sekaligus persiapan menghadapi kemungkinan tersebut. ”Ada kekhawatiran bahwa cadangan tersedia tak memadai untuk menangani ’penyakit menular’,” kata Perdana Menteri India Manmohan singh.

Singh menambahkan, pemulihan global yang goyah dan lambatnya pertumbuhan di negara berkembang menambah rumit. ”Situasinya mengkhawatirkan,” ujarnya. (AFP/AP/ BBC/MKN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau