Penyerang tim nasional Italia, Antonio Cassano, mengawali laga terakhir melawan Irlandia dengan sangat baik ketika menjebol gawang Irlandia pada menit ke-35 dengan tandukan kepalanya. Keberhasilan itu ternyata berpengaruh pada meningkatnya semangat tim di pertandingan yang menentukan bagi Italia tersebut.
Usaha Cassano kemudian diikuti oleh gol Mario Balotelli pada menit ke-90 ketika para pemain Irlandia sudah kelelahan. Cassano dan Balotelli akhirnya menjadi pasangan striker yang saling bahu-membahu setelah sebelumnya mereka bermain individualistis.
Laga itu mengingatkan pada peristiwa delapan tahun lalu, di perhelatan yang sama di Portugal, saat Cassano mencetak skor penentu kemenangan di perpanjangan waktu ketika melawan Bulgaria. Meski lolos menuju putaran final, Italia tak bisa melenggang ke perempat final.
Striker Milan yang memiliki keterampilan dan intelegensia tinggi di lapangan itu mengatakan, ”Kemenangan adalah yang terbaik.”
Dia turut membawa ”Azzurri” ke peringkat kedua Grup C, yang berarti akan kembali bertanding di babak perempat final dan bertemu dengan Inggris, peringkat pertama Grup D.
Pemain berusia 29 tahun itu tercatat telah 10 kali mencetak gol selama bertanding dengan tim nasional di 32 kesempatan.
”Hal yang paling utama adalah melalui penyisihan di grup dan kita akan melihat pertandingan berikutnya. Kami tak takut kepada siapa pun,” ujar Cassano.