Transportasi

Jika Menjadi BUMD, Subsidi Transjakarta Diperbolehkan

Kompas.com - 21/06/2012, 10:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait penghilangan subsidi dalam bus transjakarta jika telah menjadi BUMD, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, menilai hal itu tidak wajib dilakukan. Dalam UU BUMN diperkenankan pemberian subsidi kepada BUMD selama itu diperlukan.

"Meski nanti menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bukan berarti transjakarta haram mendapat subsidi.Operasional transjakarta tetap memerlukan subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Sudaryatmo, saat ditemui wartawan Kompas.com, di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta, Rabu, (20/6/2012).

Bila BLU sudah berubah menjadi BUMD, maka pengelolaan subsidi APBD menyatu dengan pendapatan. Sedangkan untuk investasi ditetapkan melalui mekanisme RUPS.

Direktur Institute for Transportation and Development Policy (ITPD) Indonesia, Yoga Adiwinarto mengatakan, subsidi menjadi daya tarik pengguna kendaraan pribadi agar mau beralih ke transjakarta. Kalau tidak disubsidi, dikhawatirkan akan memmengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan transjakarta. Subsidi tetap digunakan untuk membuat orang-orang pindah ke angkutan umum.

"Jangan dilihat dari subsidi tapi investasi. Nanti akan ada penanaman modal yang diplot selama 5 tahun pertama seperti MRT," katanya.

Menurut Yoga Adiwinarto, besar subsidi ditentukan berdasarkan peningkatan jumlah penumpang setiap tahun. Tiap tahun, besar subsidi meningkat mencapai 10 persen. "Selain itu, jumlah koridor, halte dan karyawan kan juga meningkat. Kisaran jumlah subsidi antara Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar," kata Yoga.

Dengan besarnya subsidi BBM yang mencapai Rp125 triliun, rata-rata biaya operasional perhari sekitar Rp 350 miliar. Sementara besar subdisi dari tahun ke tahun adalah pada 2004 sebesar Rp 46.232.785.000, pada 2005 sebesar Rp 68.000.197.000, pada 2006 sebesar Rp 179.317.234.000,- pada 2007 sebesar Rp. 153.640.378.000. Kemudian pada 2008 sebesar Rp 221.912.983.000, pada 2009 sebesar Rp 271.728.705.086, pada 2010 sebesar Rp 281.143.790.811, dan pada 2011 sebesar Rp 348.646.035.000.

"Dengan anggaran yang berlebih, kami bisa punya transjakarta yang bagus, maka transjakarta akan dapat mengurangi jumlah kendaraan. Kalau persepsi masyarakat masih negatif, mereka masih memilih menggunakan kendaraan pribadinya," kata Yoga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau