Portugal, Bersakit Dahulu, Bersenang Kemudian

Kompas.com - 21/06/2012, 11:46 WIB

KOMPAS.com - Mungkin banyak pihak yang tak menyangka, tim sekelas Portugal baru bisa menjadi peserta Piala Eropa 2012 pada detik-detik terakhir. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menjalani babak play off melawan Bosnia akibat kalah bersaing dengan Denmark dalam perebutan juara Grup H babak kualifikasi.

Pendukung ”Seleccao Eropa” pun masih dibuat waswas karena tim kesayangan mereka hanya sanggup bermain tanpa gol pada putaran pertama play off di Bosnia. Beruntung, tatkala peluang masih 50-50, pengalaman sejumlah bintang membuat Portugal tampil tenang di depan publik sendiri.

Mereka membantai Bosnia 6-2 lewat gol-gol Ronaldo, Helder Postiga (masing-masing dua gol), serta Nani dan Miguel Veloso. Rakyat Portugal pun lega, meskipun hanya sesaat, karena tim kesayangan mereka tergabung dalam Grup B bersama Jerman, Belanda, dan Denmark.

Anggapan grup ini sebagai ”neraka” benar-benar dirasakan Portugal pada laga pembuka. Mereka takluk 0-1 dari juara Eropa tiga kali, Jerman, lewat gol Mario Gomez pada menit ke-72. Start buruk itu berlanjut di laga kedua melawan Denmark. Hingga menit ke-80, Denmark mampu menahan Portugal 2-2.

Silvestre Varela, yang baru masuk ke lapangan pada menit ke-84, tampil sebagai pahlawan lewat gol penentu kemenangan tiga menit berselang. Ia menjaga asa Portugal untuk lolos ke babak perempat final di tengah melempemnya penampilan Ronaldo.

Ronaldo, sang pemain termahal di dunia, membuang dua peluang emas meski telah berhadapan dengan kiper Denmark. Ia pun dikritik habis-habisan dan dituntut tampil lebih baik dalam laga melawan Belanda.

Meski sempat bereaksi emosional, Ronaldo membuktikan kapasitasnya saat bertemu tim ”Oranye”. Penyerang sayap Real Madrid itu tampil jitu, memborong dua gol kemenangan 2-1 sekaligus meloloskan Portugal ke babak perempat final.

Perjalanan ”Seleccao Eropa” tersebut mirip dengan yang mereka lalui saat menjadi tuan rumah Piala Eropa 2004. Kala itu, mereka juga memulai babak penyisihan dengan terseok setelah kalah 1-2 dari Yunani. Namun, kekalahan itu bak pemantik semangat Portugal yang sejak itu tak pernah kalah dan melesat hingga partai puncak.

Pelatih Portugal Paulo Bento pun memotivasi anak buahnya untuk mengikuti tinta emas tersebut. ”Kami punya potensi untuk mengulang pencapaian itu. Kapasitas itu akan kami tunjukkan mulai dengan melawan Ceko,” ujar Bento kepada Reuters.

Ia pun tak menampik jika keyakinan itu didasari semakin garangnya performa Ronaldo. Namun, Bento juga memuji kinerja duet palang pintu dadakan, Pepe dan Bruno Alves, pengganti Ricardo Carvalho yang mundur dari tim. ”Pengertian di antara keduanya semakin baik. Mereka pantas diandalkan meredam kecepatan penyerang-penyerang Ceko,” kata Bento.

Sementara mantan Pelatih Portugal Carlos Queiroz menyoroti ketergantungan Portugal terhadap sosok Ronaldo saat ini. Kondisi tersebut berbeda dengan Portugal beberapa tahun silam ketika melahirkan generasi emas, seperti Luis Figo, Rui Costa, Paulo Sousa, dan Fernando Couto.

”Saya prihatin karena Portugal semakin identik dengan Ronaldo. Ketika ia kelelahan dan bermain buruk, itu akan memengaruhi performa tim karena tidak ada pemain yang mampu menggantikannya,” ungkap Queiroz kepada The Guardian. (RIZ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau