AMBON, KOMPAS.com - Proses pencarian satu korban bencana tanah longsor di Kawasan Belakang Soya, Kelurahan Karang Panjang Ambon, Kamis (21/6/2012) dihentikan Tim SAR Gabungan. Penghentian pencarian terhadap korban terakhir Alfian Halawane (13) setelah selama tiga hari Tim SAR berusaha melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan jasad korban.
Penghentian pencarian korban ini dipimpin langsung Wali Kota Ambon, Ricard Louhenapessy setelah Tim SAR tidak berhasil melakukan pencarian di seluruh titik tempat longsoran terjadi. Meskipun dihentikan, namun Tim Evakuasi masih terus melakukan koordinasi dengan keluarga korban terkait kemungkinan keberadaan Halawane di tempat lain saat musibah longsor terjadi tiga hari lalu.
Pantauan di lokasi kejadian, seluruh lokasi longsoran telah dibersihkan Tim SAR bahkan dua unit eskavator dikerahkan untuk mencari korban, namun hingga hari ketiga jasad Halawane belum juga ditemukan. Halawane merupakan salah satu siswa SMP Negeri 1 Ambon dan merupakan warga desa Alang, Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah.
Tidak ditemukannya korban, membuat Tim SAR akhirnya memutuskan menghentikan pencarian. Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dalam acara penutupan pencarian mengatakan, Tim SAR telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari korban, namun hingga hari ketiga korban belum juga ditemukan.
Wali kota juga mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR gabungan TNI Polri, Tagana dan Basarnas serta masyarakat yang selama ini membantu melakukan proses pencarian.
“Kita sudah maksimal mencari korban, namun hingga kini belum juga ditemukan, atas nama wali kota, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian korban selama ini,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang