Ratna Listy Nyanyikan Lagu Antigalau

Kompas.com - 22/06/2012, 07:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kehilangan cinta bukan akhir dari segalanya. Itu kata penyanyi Ratna Listy (39) tentang lagunya yang berjudul "Jangan Menyerah". Lagu ini merupakan single terbaru Ratna yang resmi diluncurkan Kamis (21/6/2012), di Jakarta.

Namun, inspirasi lagu ini bukan berasal dari pengalaman pribadi lulusan Universitas Brawijaya Malang itu. "Inspirasi lagu ini dari kisah nyata adik iparku. Dia ditinggal suaminya dan merasa terpuruk sekali. Dia sakit hati, terus bertanya mengapa hal menyedihkan itu terjadi dan menimpa dirinya. Sampai-sampai dia kehilangan gairah hidup," kata Ratna seusai pentas di Jambi, akhir pekan lalu.

Ratna yang juga dikenal sebagai pembawa acara dan artis sinetron itu pun mengirim lagunya via BlackBerry. Intinya, tidak perlu berlama-lama menangisi cinta yang telah berlalu. Masih banyak cinta yang lain dan hidup ini begitu indah. Tidak perlu terus merasa sakit hati atau menyesal karena tidak ada cinta yang sempurna. "Pokoknya jangan menyerah. Lagu ini dapat diinterpretasikan berbeda-beda. Akan tetapi, saya deg-degan nih. Apa bisa lagu ini diterima pendengar? Habis, lagu ini kan melawan arus. Saat ini lagu-lagu banyak yang berkisah soal galau. Lah, lagu saya justru antigalau," ujar Ratna. (TIA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau