Ungkapan "Terima Kasih" Bikin Pernikahan Langgeng

Kompas.com - 22/06/2012, 08:41 WIB

KOMPAS.com - Menjaga kelanggengan hubungan pernikahan sebenarnya tak terlalu rumit. Sebuah studi dari University of California, Berkeley, mengungkapkan bahwa hanya dengan sering mengucapkan "terima kasih" pada pasangan, Anda dapat menciptakan hubungan yang bahagia. "Terima kasih" merupakan kata yang sering dilupakan, padahal dua kata ini merupakan wujud dari rasa menghargai satu sama lain.

Meski terdengar remeh, kedua kata ini memiliki banyak dampak positif dalam pernikahan. "Adanya perasaan dihargai oleh pasangan akan memengaruhi sikap dan tindakan seseorang terhadap pasangan. Rasa ini juga akan memengaruhi seberapa besar keinginan Anda untuk tetap hidup bersamanya dengan bahagia," ungkap Amie Gordon, salah satu peneliti.

Penelitian ini melibatkan 50 peserta dengan status pendidikan yang tinggi, dan sudah memiliki pasangan selama 15 bulan. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner setiap malam selama satu minggu penuh. Kuesioner ini berisi pertanyaan tentang hubungan mereka sebagai pasangan, dan juga tentang adanya sikap saling menghargai antarpasangan.

Sembilan bulan kemudian, peserta studi kembali diberikan pertanyaan yang sama tentang hubungan mereka. Dari hasil penelitian ini diperoleh data, bahwa ketika salah satu pasangan merasa dihargai pasangannya, keesokan harinya mereka juga akan kembali menghargai pasangannya. Dan dalam sembilan bulan kemudian, terlihat adanya perasaan saling menghargai antarpasangan sehingga mereka memiliki komitmen hubungan yang lebih kuat satu sama lain.

Tim peneliti meneliti pasangan berusia antara 18-60 tahun, dan sudah berpasangan. Khusus untuk lansia, mereka memilih orang yang sudah menikah lebih dari separuh usia mereka untuk dipantau aktivitas kesehariannya. Misalnya, bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain, seberapa sering mereka bersentuhan, melakukan kontak mata, dan ngobrol santai.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa semakin sering pasangan memahami dan peduli satu sama lain, mereka akan merasa lebih dihargai dan lebih bahagia dalam hidup. Ungkapan terima kasih sendiri sebenarnya tak harus selalu diungkapkan dalam kata-kata. Beberapa perilaku sederhana seperti bersandar ke pasangan saat berbicara, melakukan kontak mata, memberi sentuhan yang lembut, juga dianggap sebagai cara mengungkapkan rasa terima kasih secara non-verbal.

Namun, salah satu kesalahan yang sering dilakukan pasangan adalah ketika salah satu mulai sering menuntut. Tuntutan akan membuat pasangan merasa tak dihargai. Sebaliknya, mengatakan terima kasih atas dengan tulus akan membantu Anda menyadari apa yang dimiliki. "Karena si dia sudah menjadi hak milik dalam hidup, Anda jadi lupa apa yang membuat Anda memilih untuk hidup bersamanya," tukasnya.

Bila Anda menghargai dan melihat nilai positif dalam diri pasangan, ada baiknya untuk selalu menyadari apa yang dimiliki, dan ucapkan terima kasih kepada si dia sesering mungkin dengan berbagai cara. Sikap menghargai akan membantu meningkatkan kualitas hidup pernikahan Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau