Bentrok Kwamki Narama, Sudah 6 Tewas dan 36 Terluka

Kompas.com - 22/06/2012, 08:53 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com — Ratusan warga dari Kampung Harapan dan Kampung Amole Distrik Kwamki Narama, Kamis kemarin sekitar pukul 13.45 waktu setempat, kembali saling serang. Bentrokan dua kampung ini kembali pecah setelah pada pagi hingga siang mereka hanya saling intai, dan saling memprovokasi dengan meneriakkan tantangan perang (buang suara).

Tak ayal, Jalan Kanguru dan kompleks perkantoran Distrik Kwamki Narama kembali menjadi ajang ratusan warga saling serang dengan panah, ketapel, dan senapan angin, bertameng papan dan atap seng. Mereka berhadap-hadapan dalam jarak kurang dari 10 meter, mengakibatkan puluhan warga terluka. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, 27 warga Kampung Harapan terluka, sementara 9 warga terluka dari pihak Kampung Amole.

Bentrokan warga dua kampung akhirnya terhenti setelah 3 jam akibat hujan deras mengguyur. Warga kemudian mundur dan mencari tempat berteduh.

Menurut Wenas Onawatme, pejabat sementara Kepala Distrik Kwamki Narama, bentrokan berlangsung ketika ia akan memberikan undangan pertemuan kepada perwakilan warga dua kampung bertikai, yang digagas oleh Kapolres Mimika dan Dandim 1710 Mimika. Karena sudah terlibat bentrokan, perwakilan warga Kampung Harapan menolak untuk mengikuti pertemuan yang sedianya akan diadakan di Mapolres Mimika.

"Rencananya besok (Jumat, 22 Juni 2012) kita akan kembali berusaha mengundang perwakilan dua kampung bertikai," ungkap Wenas saat bertemu Kepala Polres Mimika dan Dandim 1710 Mimika di Gereja GKI Jemaat Providensia, Kwamki Narama, Kamis kemarin sore.

Satu peleton Brimob Polda Papua dibantu satu peleton Brigif XX Ima Jaya Keramo Mimika, yang berjaga di GKI Jemaat Providensia, Jalan Kanguru Kwamki Narama, tidak bisa berbuat banyak karena warga beringas saling serang berdalih adat. Upaya mengimbau warga untuk tidak saling serang tak digubris sedikit pun oleh warga bertikai.

Sejak berlangsungnya pertikaian lebih dari dua pekan di Distrik Kwamki Narama, lima warga Kampung Harapan meninggal dunia (Demianus Ongomang, Deni Ongomang, Indelius Ongomang, Medina Wenda, dan Pinus Magai), serta satu orang warga Kampung Amole (Farel Arom) dan puluhan warga terluka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau