TIMIKA, KOMPAS.com — Ratusan warga dari Kampung Harapan dan Kampung Amole Distrik Kwamki Narama, Kamis kemarin sekitar pukul 13.45 waktu setempat, kembali saling serang. Bentrokan dua kampung ini kembali pecah setelah pada pagi hingga siang mereka hanya saling intai, dan saling memprovokasi dengan meneriakkan tantangan perang (buang suara).
Tak ayal, Jalan Kanguru dan kompleks perkantoran Distrik Kwamki Narama kembali menjadi ajang ratusan warga saling serang dengan panah, ketapel, dan senapan angin, bertameng papan dan atap seng. Mereka berhadap-hadapan dalam jarak kurang dari 10 meter, mengakibatkan puluhan warga terluka. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, 27 warga Kampung Harapan terluka, sementara 9 warga terluka dari pihak Kampung Amole.
Bentrokan warga dua kampung akhirnya terhenti setelah 3 jam akibat hujan deras mengguyur. Warga kemudian mundur dan mencari tempat berteduh.
Menurut Wenas Onawatme, pejabat sementara Kepala Distrik Kwamki Narama, bentrokan berlangsung ketika ia akan memberikan undangan pertemuan kepada perwakilan warga dua kampung bertikai, yang digagas oleh Kapolres Mimika dan Dandim 1710 Mimika. Karena sudah terlibat bentrokan, perwakilan warga Kampung Harapan menolak untuk mengikuti pertemuan yang sedianya akan diadakan di Mapolres Mimika.
"Rencananya besok (Jumat, 22 Juni 2012) kita akan kembali berusaha mengundang perwakilan dua kampung bertikai," ungkap Wenas saat bertemu Kepala Polres Mimika dan Dandim 1710 Mimika di Gereja GKI Jemaat Providensia, Kwamki Narama, Kamis kemarin sore.
Satu peleton Brimob Polda Papua dibantu satu peleton Brigif XX Ima Jaya Keramo Mimika, yang berjaga di GKI Jemaat Providensia, Jalan Kanguru Kwamki Narama, tidak bisa berbuat banyak karena warga beringas saling serang berdalih adat. Upaya mengimbau warga untuk tidak saling serang tak digubris sedikit pun oleh warga bertikai.
Sejak berlangsungnya pertikaian lebih dari dua pekan di Distrik Kwamki Narama, lima warga Kampung Harapan meninggal dunia (Demianus Ongomang, Deni Ongomang, Indelius Ongomang, Medina Wenda, dan Pinus Magai), serta satu orang warga Kampung Amole (Farel Arom) dan puluhan warga terluka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang