Menuju dki-1

Jokowi: Tak Berpikir Boikot Pilkada

Kompas.com - 22/06/2012, 13:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan, Joko Widodo alias Jokowi, mengaku tidak pernah berpikir untuk memboikot Pilkada DKI Jakarta yang rencananya digelar pada 11 Juli 2012. Jika daftar pemilih tetap (DPT) masih bermasalah, maka Jokowi dan pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengaku tetap akan mengikuti proses pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Pemikiran kami adalah masalah DPT diselesaikan, dirampungkan. Tidak ada pemikiran kami ke arah boikot," kata Jokowi seusai rapat dengan Fraksi PDI Perjuangan di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (22/6/2012).

Sebelumnya, lima pasangan cagub-cawagub keberatan atas penetapan DPT karena dinilai masih bermasalah. Hanya pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang menerima DPT yang ditetapkan KPU DKI Jakarta pada awal Juni 2012 lalu.

Dalam rapat internal F-PDIP itu, Jokowi memaparkan visi dan misi, termasuk langkah konkret apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki Jakarta jika terpilih sebagai DKI-1. Ketua F-PDIP Puan Maharani meminta agar semua anggota fraksi membantu pemenangan Jokowi-Ahok.

Atas dukungan itu, Jokowi merasa semakin yakin bakal menang. "Artinya ada yang membantu, tidak hanya dari DPD, tetapi juga fraksi ikut turun ke bawah. Masukan-masukan dari mereka sangat bagus untuk kita. Saya kira ini menambah darah segar kekuatan kita karena ini dilakukan secara gotong royong," kata Jokowi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau