Surabaya, Kompas -
General Manager Marketing PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Adig Suwandi mengatakan, sinyalemen kecenderungan harga gula yang terus turun tecermin dalam pasar lelang. Pada lelang 3.000 ton gula milik PTPN XI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/6), penawaran harga tertinggi hanya mencapai Rp 10.725 per kilogram.
”Akibatnya, lelang itu terpaksa dinyatakan batal karena harga yang terbentuk tidak sesuai dengan harapan. PTPN XI menunda pelaksanaan lelang dengan harapan harga akan membaik seperti saat awal musim giling lalu,” ujarnya.
Sebelumnya, pada lelang yang dilaksanakan tanggal 14 Juni 2012, harga gula yang terbentuk mencapai Rp 11.835 per kg. Harga ini merupakan rekor tertinggi capaian harga di pasar lelang selama musim giling 2012. Saat itu, PTPN XI menawarkan 1.500 ton gula milik petani dan milik sejumlah pabrik gula.
Setelah itu, PTPN XI kembali mengadakan lelang, tepatnya tanggal 19 Juni 2012. Dalam tender gula sebanyak 2.000 ton itu, harga yang terbentuk hanya mencapai Rp 11.530 per kg atau turun Rp 305 per kg. Selang satu hari kemudian, PTPN XI kembali menggelar tender untuk 5.698 ton gula produksinya. Akan tetapi, harga yang terbentuk tinggal Rp 11.100 per kg atau turun
Adig mengatakan, selain meningkatnya pasokan gula, penurunan harga gula di pasar lelang juga dipicu oleh ada isu masuknya gula eks pengolahan row sugar impor ke pasar konsumsi. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah melakukan pengawasan dan menghentikan kebocoran gula impor ke pasar gula konsumsi pada saat musim giling seperti ini.
Sementara itu, kecenderungan menurunnya harga gula di pasar lelang membuat petani tebu di Madiun, Jawa Timur, khawatir. Mereka terancam tidak dapat menikmati hasil tanaman yang dibudidayakan selama 14 bulan karena harga jual berada di bawah biaya produksi tebu.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Pabrik Gula Pagotan Madiun Mujiono mengatakan, dengan harga gula Rp 10.700 atau bahkan Rp 11.000 per kg, petani belum dapat menikmati keuntungan karena rendemen masih di bawah 7,3 persen. Idealnya, rendemen tebu berada di atas 7,5 persen dan harga lelang gula mencapai Rp 12.000 per kg. Alasannya, komponen biaya produksi tebu tinggi, seperti biaya bibit, upah pekerja, pupuk, tebang, angkut, dan sewa tanah.
Akan tetapi, harga gula kristal putih petani tebu di Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Jepara, Jawa Tengah, saat ini mencapai Rp 11.500 per kg. Kondisi ini mendorong kenaikan harga gula pasir di pasaran dari yang semula Rp 9.000-Rp 10.500 per kg naik menjadi Rp 12.500-Rp 12.700 per kg.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Wilayah Eks Keresidenan Pati Kuslan mengatakan, harga lelang memang tinggi.