DONETSK, KOMPAS.com — Pelatih kepala tim nasional Perancis, Laurent Blanc, akhirnya mengakui bahwa para pemainnya terlibat adu mulut setelah kalah dari Swedia di babak penyisihan grup, Senin lalu. Dia mengaku bahwa insiden itu sempat mengganggu persiapan timnya untuk laga perempat final Piala Eropa 2012 melawan Spanyol. Namun, hal itu sudah diselesaikan.
"Kami mengambil waktu sejenak untuk menenangkan semua orang, dan kemudian kembali ke tempat latihan. Ini membuat (latihan) kami tertunda untuk memulai persiapan dengan Spanyol," ungkapnya seperti dilansir BBC Sport.
Meskipun mengakui ada ketegangan, tetapi Blanc menegaskan bahwa tak ada konflik di tubuh tim berjuluk "Ayam Jantan" itu. Persoalan itu sudah diselesaikan dan sejak hari Rabu, tim sudah berlatih untuk fokus mempersiapkan diri melawan tim berjuluk "La Furia Roja" itu.
"Tak ada konflik. Memang ada adu mulut setelah pertandingan. Ada sebuah respons dan sejumlah pemain sangat marah, itu benar. Hal tertentu dikatakan. Kami bersikap kepada mereka. Namun, orang-orang tak suka dan marah setelah kalah dan mereka meninggikan suara mereka," tuturnya.
"Namun, sejak Rabu, semuanya sudah selesai dan mulai menatap laga melawan Spanyol," lanjutnya kemudian.
Para pemain Perancis dikabarkan terlibat cekcok setelah kalah 0-2 dari Swedia di pertandingan terakhir Grup D Piala Eropa. Kekalahan dinilai telah memukul perasaan para pemain, meski mereka lolos ke perempat final. Para pemain dilaporkan saling mengkritik, bahkan saling menyalahkan hingga suasana makin panas dan emosi meninggi.
Blanc menyadari akan menghadapi lawan dengan kualitas penampilan yang terus meningkat untuk meraih tempat di semifinal. Oleh karena itu, dia mendorong timnya untuk mempersiapkan diri menuju laga yang ketat.
"Normalnya, kami mencoba beradaptasi dengan lawan kami dan bermain dengan kekuatan kami sendiri. Namun, kami akan bersiap melawan tim yang sangat baik," katanya.
"Spanyol berada selangkah lebih jauh di depan kami dan akan menguasai bola sekitar 65-70 persen dalam laga. Ini masalah di mana tim saya harus menyadarinya," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang