Pihak Tommy Sudah Konsultasi dengan LPSK

Kompas.com - 23/06/2012, 19:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak tersangka Tommy Hindratno sudah berkonsultasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait ancaman yang diterimanya. Pengacara Tommy, Tito Hananta mengungkapkan, dari hasil konsultasi tersebut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Tommy jika ingin mendapat perlindungan.

"Agak susah, karena Pak Tommy posisinya tertangkap tangan. Jadi, ada beberapa hal yang harus dipenuhi," kata Tito saat dihubungi, Sabtu (23/6/2012).

Tito mengatakan, dirinya akan berunding dengan pihak keluarga Tommy terlebih dahulu sebelum memutuskan akan melayangkan permohonan resmi ke LPSK atau tidak. Sebelumnya, Tommy mengaku mendapat ancaman setelah dua pekan ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya

Mantan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo, Jawa Timur tersebut mempertimbangkan untuk meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). KPK menetapkan Tommy dan pengusaha James Gunarjo sebagai tersangka setelah keduanya tertangkap tangan, Rabu (6/6/2012) lalu.

Bersamaan dengan penangkapan itu, KPK menyita alat bukti berupa uang Rp 280 juta. Kini KPK sedang mendalami maksud pemberian uang yang diduga terkait pengurusan pajak tersebut. Dugaan sementara, uang yang diberikan James kepada Tommy untuk memuluskan pemeriksaan kelebihan pajak (restitusi) senilai Rp 3,4 miliar milik wajib pajak, PT Bhakti Investama. Diduga, James orang suruhan perusahaan tersebut.

Menurut Tito, uang Rp 280 juta yang diberikan James ke kliennya itu merupakan gratifikasi. Beberapa hari lalu pihak Tommy mengajukan permohonan ke KPK untuk mengisi formulir gratifikasi. Sementara James melalui pengacaranya, Sehat Damanik, berdalih kalau uang itu diberikannya ke Tommy sebagai pembayaran utang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau