GORONTALO, KOMPAS.com- Sejumlah warga Gorontalo menyoroti penjagaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang dinilai pilih kasih kepada para pembeli terkait BBM subsidi. "Polisi dan TNI yang berjaga-jaga di SPBU tidak menjalankan tugas dengan baik. Mereka tidak menindak pengisian BBM bersubsidi dalam jumlah banyak," kata salah seorang warga, Farid Dihuma, seperti dikutip kantor berita ANTARA, Sabtu (23/6/2012).
Warga bahkan menduga sudah ada koordinasi yang baik antara petugas SPBU, aparat keamanan, dan oknum pembeli. "Buktinya ada kendaraan yang mengisi berulangkali hanya dibiarkan saja. Jadi menurut saya penjagaan di SPBU tidak efektif," katanya.
Warga lain, Nuryana (25), meminta oknum yang terlibat dalam penimbunan BBM ditindak tegas. Menurut dia, petugas SPBU juga harus diberi sanksi bila terbukti melanggar aturan yang telah ditetapkan terkait jumlah pengisian BBM.
Sebelumnya, pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan inspeksi mendadak ke seluruh SPBU di Kota dan Kabupaten Gorontalo, serta menempatkan sejumlah aparat keamanan.
Sidak dilakukan menyusul antrian panjang yang kembali terjadi di SPBU dalam beberapa hari terakhir. Pemprov mengambil sejumlah kebijakan, di antaranya membatasi pembelian BBM bersubsidi hanya Rp100.000, serta mewajibkan seluruh pejabat pemprov menggunakan BBM nonsubsidi jenis pertamax.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang