Mesir Menyambut Presiden Baru dengan Damai

Kompas.com - 25/06/2012, 02:48 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Kekhawatiran dari berbagai kalangan mengenai kemungkinan timbulnya bentrokan antara pendukung Mohamed Mursi, calon presiden dari Ikhwanul Muslimin, dan pendukung Ahmed Shafik, capres loyalis mantan Presiden Hosni Mubarak, seputar penolakan hasil Pilpres ternyata tidak terbukti.

Ribuan pendukung Mohamed Mursi gegap gempita menyambut kemenangan tersebut di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo dan berbagai kota di seantero negara itu, menyusul pengumuman hasil pilpres oleh Komisi Tinggi Pemilihan Presiden pada Sabtu (24/6/2012) petang.

Sebaliknya, pendukung Shafik yang sedianya dijadwalkan kembali rapat akbar di Lapangan Makam Pahlawan di Distrik Madinet Nasr, Kairo timur pada Minggu (24/6/2012) malam tidak melaksanakan pertemuan itu.

Padahal, sehari sebelumnya, pada Sabtu, ribuan pendukung Shafik untuk pertama kali unjuk kekuatan di lapangan makam tempat terbunuhnya Presiden Anwar Saddat pada 1981 tersebut.

Dugaan adanya bentrokan itu membuat Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) menginstruksikan aparat militer dan kepolisian untuk siaga penuh di seantero negara guna mengantisipasi situasi memburuk pasca-pengumuman hasil Pilpres.

SCAF juga telah memperingatkan semua pengunjuk rasa untuk tidak melanggar hukum yang berlaku selama melangsungkan aksi demo mereka. Selain itu, Kementerian Kesehatan dalam maklumatnya menyatakan pihaknya telah menyiagakan ambulans di berbagai tempat untuk mengantisipasi hal serupa.

Sejumlah pendukung Shafik yang sudah mulai mendatangi Makam Pahlawan Tak Dikenal itu pada Minggu malam, namun mereka secara berangsur meninggalkan tempat tersebut setelah mendengar kekalahan tokoh mereka.

"Inilah demokrasi, kami harus menerimnya dengan legowo," kata Aiman Rashad, salah satu pendukung Shafik, sambil mengibarkan bendera nasional Mesir, Minggu (24/6/2012).

Shafik juga membatalkan rencana konferensi pers pada Sabtu malam yang sedianya dilakukan di alun-alun New Cairo, kawasan elite di Kairo Timur, seusai pengumuman hasil pilpres.

Sementara itu, Moursi kepada wartawan menyampaikan terima kasih kepada rakyat Mesir atas kepercayaan yang diberikan. "Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini adalah amanat rakyat yang harus saya emban dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Para pengamat menilai, ini merupakan pemilihan presiden paling demokratis dalam sejarah Mesir modern sejak negara itu berubah bentuk dari Negara Kerajaan menjadi Republik dalam revolusi 1952.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau