Pengamat: Terpilihnya Mursi Sinyal Positif Demokrasi Mesir

Kompas.com - 25/06/2012, 07:32 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Dr Yon Machmudi menilai terpilihnya Mohammad Mursi sebagai Presiden Mesir akan berdampak positif bagi proses demokratisasi Mesir dan negara-negara Arab lainnya.

"Mursi yang berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin mendapatkan dukungan suara terbanyak melawan kelompok pendukung rezim Mubarak dan militer. Ini artinya rakyat Mesir mendambakan perubahan sosial politik yang lebih demokratis di tengah-tengah tekanan pendukung rezim lama dan militer yang ingin kembali berkuasa," ujar dosen program studi Arab Universitas Indonesia itu kepada Antara di Samarinda, Senin (25/6/2012).

Munculnya Ikhwanul Muslimin sebagai pemenang pemilu setelah dalam kurun waktu yang sangat lama hidup dalam tekanan politik rezim penguasa menunjukkan bahwa suara rakyat memang ingin menentukan masa depan negaranya sendiri, yang bebas dari tekanan rezim otoriter dan pengaruh asing.

Ke depan, ujar Kordinator Riset Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia itu, dinamika politik di Timur Tengah akan berkembang terus dan tuntutan rakyat untuk membebaskan negara-negara mereka dari dominasi rezim minoritas akan menguat.

"Kekuasaan politik di negara-negara di Timur Tengah itu kan ditandai oleh dua hal yaitu berkuasanya rezim minoritas dan kuatnya politik kesukuan. Nah, sekarang nampaknya rakyat di Timur Tengah menginginkan monopoli kekuasaan oleh kelompok minoritas itu diakhiri," katanya.

Maka, lanjut Yon, agar proses demokratisasi berjalan alamiah tanpa gejolak maka para rezim di Timur Tengah harus secara serius melakukan reformasi politik.

Artinya, ujar peraih gelar PhD dari Australian National University (ANU) pada 2007 itu, para penguasa harus mengakomodasi rakyat mereka dalam bentuk pembagian kekuasaan atau power sharing.

"Apa yang terjadi di Mesir memberikan pelajaran kepada rakyat di negara-negara Arab bahwa segala bentuk penindasan politik harus diakhiri dan saatnya rakyat ikut menentukan masa depan negara mereka yang selama ini hanya dimonopoli oleh rezim yang didukung oleh militer dan kepentingan asing," katanya.

Konsekuensinya, kata Yon, negara-negara asing pemegang kepentingan di Timur Tengah, seperti Amerika Serikat dan Israel, juga akan bersikap realistis menghadapi perubahan-perubahan politik di Timur Tengah.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Morsi terpilih menjadi Presiden Mesir sebagaimana diumumkan Minggu (24/6/2012).

Morsi lahir di provinsi Sharqiya, dekat delta sungai Nil. Dia lulus dengan gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo pada tahun 1975. Lalu dia mendapat gelar PhD dari University of Southern California pada tahun 1982.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau