Festival Mutiara di NTB, Ajang Bisnis dan Wisata

Kompas.com - 25/06/2012, 17:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Festival mutiara bertajuk “Lombok Sumbawa Pearl Festival” (LSPF) kembali akan digelar di Hotel Lombok Raya Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 29 Juni – 1 Juli 2012. Tahun ini menjadi kali ketiga penyelenggaraan LPSF yang sudah berlangsung 2010.

“Festival ini bukan hanya untuk menunjukkan NTB sebagai destinasi untuk wisatawan mancanegara tetapi citra destinasi nusantara yang handal. Serta mendorong perekonomian di NTB dengan produk lokal yang sudah mendunia, yaitu mutiara,” ungkap Direktur Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) M. Faried, pada saat jumpa pers LSPF di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/6/2012).

Sementara itu, masih dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB Badrul Munir mengungkapkan mutiara yang dibudidayakan di Lombok dan Sumbawa memiliki banyak ragam mulai dari kelas paling atas sampai kelas paling bawah.

“Makanya dalam festival ini nanti, kami akan menggelar mutiara-mutiara yang khas NTB, termasuk mutiara-mutiara yang diproduksi negara-negara lain. Sehingga pengunjung bisa membedakan mana yang asli dan membandingkan kualitas dengan negara-negara lain,” kata Badrul.

Ia menambahkan daya pikat mutiara akan menjadi andalan Provinsi NTB untuk menarik kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa.

Senada dengan hal tersebut, Bambang Setiawan dari Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia mengatakan berdasarkan pengalaman festival di tahun sebelumnya, pengunjung dari luar negeri yang datang memang hanya sebagai buyer (pembeli mutiara).

“Pertama memang datang hanya sebagai buyer. Berikutnya pasti datang bersama keluarga dan teman, dan mereka pun menjadi turis. Suatu tantangan buat kami, untuk lebih mempromosikan destinasi-destinasi wisata lainnya,” tutur Bambang.

Menurutnya, tahun lalu ada banyak pembeli yang menanyakan obyek-obyek wisata yang ada di Lombok dan Sumbawa. Sehingga, lanjut Bambang, perlu pengarapan lebih lanjut untuk tur-tur ke obyek wisata saat festival. Sebab para pembeli tersebut akan berubah dari urusan bisnis menjadi turis.

LSPF 2012 diselenggarakan oleh Kemenparekraf bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB serta didukung Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia. Selama festival berlangsung akan digelar serangkaian acara antara lain pameran, lelang, dan panen mutiara, fashion show, pentas seni budaya, pemilihan Puteri Mutiara 2012, serta aneka lomba seperti fotografi, mewarnai, cukli dan kreasi jilbab.

Lombok-Sumbawa  selain menjadi destinasi pariwisata unggulan Provinsi NTB, juga sebagai sentra perdagangan mutiara terbesar di Indonesia. Produk mutiara hasil budi daya para petani mutiara dari Indonesia diekspor ke berbagai negara produsen perhiasan mutiara dunia seperti New York (Amerika Serikat), Tokyo (Jepang), Jenewa dan Zurich (Swiss), serta Milan (Italia).

Selama berlangsungnya LSPF 2012 akan diselenggarakan acara lelang mutiara. Tahun ini pihak panitia menargetkan nilai transaksi sebesar 120.000 dollar AS dan diikuti 20 pembeli lokal dan internasional antara lain dari Perancis, Hongkong, Jepang, Singapura, Filipina, dan Tahiti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau