JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan nomor urut 1 yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli berkomitmen untuk menjadikan penegakan hukum di kalangan aparatur pemerintah DKI Jakarta sebagai prioritas dari program kerja mereka untuk lima tahun ke depan.
Calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan bahwa penegakan hukum di kalangan birokrat merupakan wujud kepedulian dan pertanggungjawaban pada warga Jakarta. Hal ini salah satunya menegakkan hukum pada para birokrat yang terlibat aksi korupsi.
"Pertemuan di KPK beberapa waktu yang lalu semakin memperkuat tekad saya bersama Saudara Nachrowi untuk terus menghadirkan Pemprov DKI yang secara hukum taat, secara politik harmonis dan secara sosial- ekonomi tetap peduli pada masyarakat yang lemah," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Jakarta, Senin (25/6/2012).
Komitmen anti korupsi yang akan dijalankan adalah tindakan pencegahan melalui reformasi birokrasi. Sejak 2008, seluruh jajaran pejabat di Pemprov DKI Jakarta telah berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang baik dengan penandatanganan pakta integritas. "Kami proyeksikan dalam lima tahun ke depan, suasana kerja birokrasi di DKI bebas dari iklim koruptif," ujar Foke.
"Komitmen kepemimpinan kami adalah pengabdian total. Hanya dengan itu, kami bisa memiliki otoritas moral memimpin Jakarta untuk terus maju," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang