Djokovic yang gagal di final Grand Slam Perancis Terbuka dua pekan lalu tak banyak kesulitan untuk menaklukkan Ferrero, yang merupakan mantan pemain nomor satu dunia.
Kontrol permainan sepenuhnya dikuasai Djokovic dengan penempatan bola yang cermat. Di awal set pertama, Ferrero sempat menggebrak. Dia membuat break point untuk unggul 2-1. Namun, perlawanan petenis berusia 32 tahun itu langsung direspons Djokovic dengan membalas break point pada gim keempat dan membuat kedudukan 2-2.
Pada gim ke delapan, Djokovic juga kembali mematahkan servis Ferrero untuk membuat keunggulan 5-3 sebelum menutup set pertama dengan 6-3.
Pada set kedua, Djokovic tetap mempertahankan dominasinya. Dia dua kali mematahkan servis Ferrero pada gim ke-3 dan ke-9 sebelum menyelesaikan set kedua dengan 6-3. Set ketiga, langkah Djokovic lebih mulus. Dia unggul cepat 4-0 sebelum menghabisi perlawanan Ferrero dengan angka 6-1.
”Ferrero berupaya memberi perlawanan. Namun, saya sudah siap menghadapinya. Ini awal yang bagus dan saya harap bisa bermain konsisten pada laga selanjutnya,” kata Djokovic seusai pertandingan. Pada babak selanjutnya, Djokovic akan menghadapi pemenang pertandingan antara petenis Amerika Serikat, Ryan Harrison, dan petenis Taiwan, Lu Yen-Hsun.
Sementara itu, buat Ferrero sepertinya cukup sulit untuk bisa mengembalikan pamornya yang pernah menjulang pada 2003. Meski masih punya wibawa dan beberapa kali mampu menunjukkan sisa-sisa kekuatan pukulan forehand silang yang mematikan, secara permainan Ferrero sudah jauh menurun.
Petenis asal Spanyol yang dikenal sebagai jagoan lapangan tanah liat ini sudah kalah cepat, kalah kuat, dan kalah tenaga dibandingkan Djokovic yang usianya tujuh tahun lebih belia.
Kekalahan Ferrero pada babak pertama turnamen Wimbledon semakin menambah panjang daftar kegagalannya. Berbagai cedera yang dialami Ferrero menjadi salah satu penyebab utama yang menyulitkan dia untuk mengembalikan performa terbaik.
Di bagian putri, lima kali juara Wimbledon, Venus Williams, menerima kekalahan terburuk dalam 15 tahun terakhir di All England Club. Petenis asal AS ini kandas pada babak pertama dari petenis Rusia, Elena Vesnina.
Venus kalah telak dalam pertarungan dua set langsung, 1-6, 3-6, dari pemain peringkat ke-79 dunia itu. Kekalahan ini membuat masa depan Venus semakin gelap.
Pada penampilannya kali ini, Venus untuk pertama kalinya tidak masuk dalam daftar pemain unggulan. Dia datang ke Wimbledon dengan bayang-bayang keputusasaan karena kondisi staminanya juga belum pulih.
Rasa percaya dirinya juga masih labil setelah peringkatnya melorot ke posisi ke-58 dunia akibat absen selama enam bulan.
Kekalahan kemarin merupakan yang keempat pada babak pertama dalam pertandingan di turnamen grand slam. Pada Grand Slam Perancis Terbuka yang berakhir dua pekan lalu, Venus kandas pada babak kedua.
Venus terakhir kali meraih gelar Wimbledon tahun 2008. Sebelumnya dia juga menjadi yang terbaik tahun 2000, 2001, 2005, dan 2007. Pada dua edisi terakhir Wimbledon, ia kandas pada babak perempat final tahun 2010 dan babak keempat tahun 2011 Dua kekalahan itu didapat dari petenis Bulgaria, Tsvetana Pironkova.
Sementara itu, juara AS Terbuka 2011, Samantha Stosur, dan juara Perancis Terbuka 2011, Li Na, melaju ke babak kedua. Stosur menang atas Carla Suarez Navarro 6-1, 6-3. Adapun Li Na menang 6-3, 6-1 atas Ksenia Pervak dari Kazakhstan.