Djokovic Melenggang Mulus

Kompas.com - 26/06/2012, 03:09 WIB

London, Senin - Novak Djokovic memulai kampanye mempertahankan gelar di turnamen Grand Slam Wimbledon dengan sempurna. Petenis Serbia ini melenggang ke babak kedua mengalahkan si tua Juan Carlos Ferrero 6-3, 6-3, 6-1.

Djokovic yang gagal di final Grand Slam Perancis Terbuka dua pekan lalu tak banyak kesulitan untuk menaklukkan Ferrero, yang merupakan mantan pemain nomor satu dunia.

Kontrol permainan sepenuhnya dikuasai Djokovic dengan penempatan bola yang cermat. Di awal set pertama, Ferrero sempat menggebrak. Dia membuat break point untuk unggul 2-1. Namun, perlawanan petenis berusia 32 tahun itu langsung direspons Djokovic dengan membalas break point pada gim keempat dan membuat kedudukan 2-2.

Pada gim ke delapan, Djokovic juga kembali mematahkan servis Ferrero untuk membuat keunggulan 5-3 sebelum menutup set pertama dengan 6-3.

Pada set kedua, Djokovic tetap mempertahankan dominasinya. Dia dua kali mematahkan servis Ferrero pada gim ke-3 dan ke-9 sebelum menyelesaikan set kedua dengan 6-3. Set ketiga, langkah Djokovic lebih mulus. Dia unggul cepat 4-0 sebelum menghabisi perlawanan Ferrero dengan angka 6-1.

”Ferrero berupaya memberi perlawanan. Namun, saya sudah siap menghadapinya. Ini awal yang bagus dan saya harap bisa bermain konsisten pada laga selanjutnya,” kata Djokovic seusai pertandingan. Pada babak selanjutnya, Djokovic akan menghadapi pemenang pertandingan antara petenis Amerika Serikat, Ryan Harrison, dan petenis Taiwan, Lu Yen-Hsun.

Sementara itu, buat Ferrero sepertinya cukup sulit untuk bisa mengembalikan pamornya yang pernah menjulang pada 2003. Meski masih punya wibawa dan beberapa kali mampu menunjukkan sisa-sisa kekuatan pukulan forehand silang yang mematikan, secara permainan Ferrero sudah jauh menurun.

Petenis asal Spanyol yang dikenal sebagai jagoan lapangan tanah liat ini sudah kalah cepat, kalah kuat, dan kalah tenaga dibandingkan Djokovic yang usianya tujuh tahun lebih belia.

Kekalahan Ferrero pada babak pertama turnamen Wimbledon semakin menambah panjang daftar kegagalannya. Berbagai cedera yang dialami Ferrero menjadi salah satu penyebab utama yang menyulitkan dia untuk mengembalikan performa terbaik.

Kekalahan terburuk

Di bagian putri, lima kali juara Wimbledon, Venus Williams, menerima kekalahan terburuk dalam 15 tahun terakhir di All England Club. Petenis asal AS ini kandas pada babak pertama dari petenis Rusia, Elena Vesnina.

Venus kalah telak dalam pertarungan dua set langsung, 1-6, 3-6, dari pemain peringkat ke-79 dunia itu. Kekalahan ini membuat masa depan Venus semakin gelap.

Pada penampilannya kali ini, Venus untuk pertama kalinya tidak masuk dalam daftar pemain unggulan. Dia datang ke Wimbledon dengan bayang-bayang keputusasaan karena kondisi staminanya juga belum pulih.

Rasa percaya dirinya juga masih labil setelah peringkatnya melorot ke posisi ke-58 dunia akibat absen selama enam bulan.

Kekalahan kemarin merupakan yang keempat pada babak pertama dalam pertandingan di turnamen grand slam. Pada Grand Slam Perancis Terbuka yang berakhir dua pekan lalu, Venus kandas pada babak kedua.

Venus terakhir kali meraih gelar Wimbledon tahun 2008. Sebelumnya dia juga menjadi yang terbaik tahun 2000, 2001, 2005, dan 2007. Pada dua edisi terakhir Wimbledon, ia kandas pada babak perempat final tahun 2010 dan babak keempat tahun 2011 Dua kekalahan itu didapat dari petenis Bulgaria, Tsvetana Pironkova.

Sementara itu, juara AS Terbuka 2011, Samantha Stosur, dan juara Perancis Terbuka 2011, Li Na, melaju ke babak kedua. Stosur menang atas Carla Suarez Navarro 6-1, 6-3. Adapun Li Na menang 6-3, 6-1 atas Ksenia Pervak dari Kazakhstan. (AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau