Teh Garu Kiri, Suguhan Unik Ala Soppeng

Kompas.com - 26/06/2012, 07:08 WIB

BONE, KOMPAS.com - Kabupaten Soppeng yang berjarak sekitar 192 kilometer dari Kota Makassar memang memiliki keunikan tersendiri. Selain fenomena ribuan kelelawar yang bergelantungan di jantung Kota Soppeng, serta kesejukan alamnya, kabupaten ini juga ternyata memiliki suguhan teh unik yang disebut dengan teh "Garu Kiri" oleh masyarakat setempat.

Teh garu kiri sejatinya adalah minuman teh yang dijual bebas, meski demikian hanya satu warung yang menjajakan teh ini, yakni terletak di persimpangan Jalan Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan.

Sekilas teh ini tak berbeda dengan teh biasa yang diracik dengan campuran teh alami serta sebutir telur dan madu serta susu dan gula pasir. Namun ada keunikan lain pada proses pembuatan teh yang satu ini yakni cara mengaduknya. Cara mengaduk teh ini haruslah menggunakan tangan kiri dengan adukan dari arah kiri ke kanan. Hal inilah yang menyebabkan teh ini diberi nama teh garu kiri, "garu" berarti aduk.

Di Kabupaten Soppeng, teh garu kiri sudah cukup terkenal. Pasalnya selain unik teh ini ternyata sudah puluhan tahun diperjualbelikan di sebuah warung kecil. "Ini teh sudah turun temurun dari dulu kita sering datang kesini minum teh," ujar Saudi, salah seorang warga.

Lantaran keunikannya, warung teh ini telah beberapa kali mendapat penghargaan dari pemerintah setempat maupun instansi lain sejak puluhan tahun silam. Terbukti di salah satu dinding warung ini terpajang salah satu penghargaan yang bertuliskan tahun 1995. "Kalau cara buatnya dari dulu begini tidak pernah berubah sejak kakek saya dulu, makanya sekarang turun temurun diwariskan," ujar Ammang, pengelola warung teh garu kiri.

Sementara rasanya sungguh menggoda, perpaduan madu serta telur dan susu cukup membuat pengunjung semakin menikmati suguhan unik ini. "Rasanya enak, ditambah lagi namanya yang bikin penasaran," ujar Basdir, salah seorang warga Makassar yang mampir di warung ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau