NEW YORK, KOMPAS.com - Nilai tukar euro melemah sebelum pertemuan Uni Eropa (UE) pada minggu ini dan seiring dengan Italia dan Spanyol yang sedang mempersiapkan penjualan obligasinya besok. Ini menandakan krisis utang Eropa sedang menjalar ke perekonomian besar di zona euro.
Euro merosot 0,5 persen menjadi 1,2504 dollar AS pada Senin (25/6/2012) pukul 17.00 waktu New York setelah menyentuh 1,2471 dollar AS, yang terendah sejak 12 Juni 2012. Mata uang bersama 17 negara Eropa ini juga melemah 1,5 persen menjadi 99,62 yen. Sedangkan, yen menguat 1 persen menjadi 79,66 per dollar AS.
Baik euro dan yen telah merosot sebanyak 3,5 persen terhadap dollar AS sepanjang tahun ini. Tetapi yen menguat sebesar 0,1 persen atas euro. Pada minggu lalu, mata uang bersama 17 negara Eropa ini telah turun 0,5 persen terhadap dollar AS karena lembaga pemeringkat Moody's memangkas peringkat kredit 28 bank di Spanyol.
Euro melanjutkan penurunan seiring dengan Kanselir Jerman Angela Merkel menolak obligasi zona euro dan Siprus memohon bantuan dana talangan dari pihak Eropa.
"Komentar Merkel dan permintaan Siprus untuk dana talangan dari komunitas internasional yang lebih luas telah menyebabkan investor untuk bersandar pada sudut perdagangan yang lebih konservatif," sebut Ravi Bharadwaj, analis pasar Western Union Business Solutions, unit dari Western Union Co. (WU), di Washington.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang