BNN: 70 Persen Pemakai Narkoba adalah Pekerja

Kompas.com - 26/06/2012, 14:39 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere mengungkapkan, pemakai narkoba di Indonesia didominasi oleh kalangan pekerja dan pelajar. Hal tersebut diungkapkan Gories dalam peringatan Hari Anti Narkotika Indonesia (HANI) yang diselenggarakan di Balai Rehabilitasi BNN di Baddoka, Makassar, Selasa (26/06/2012).

Menurut Gories, di Indonesia sebanyak 70 persen pengguna narkoba adalah pekerja, dan 22 persen lainnya adalah pelajar. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk penggunaan narkoba jenis sabu dari tahun 2007 hingga 2011 mengalami peningkatan, terlebih lagi penggunaan narkoba jenis ganja, heroin, dan kokain meningkat hingga 3 kali lipat. "Ini tentunya menjadi ancaman bagi Indonesia untuk generasi penerus bangsa. Di mana kebanyakan narkoba dipasok dari luar negeri," ungkap Gories.

Selain itu, lanjut Gories, banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertangkap di luar negeri, karena terkait kasus narkoba. Dari data yang diperoleh BNN, sebanyak 376 orang WNI sementara menunggu hukuman mati, dan sebanyak 83 orang diancam hukuman penjara seumur hidup. "376 orang WNI yang sedang menunggu hukuman mati. 83 orang terancam seumur hidup," kata Gories.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau