JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta meminta Komisi Pemilihan Umum DKI untuk lebih mensosialisasikan jadwal kampanye seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur kepada masyarakat. Hal ini harus segera dilaksanakan untuk mencegah terjadinya gesekan antarpasangan calon di lapangan.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah menjelaskan, peningkatan sosialisasi bertujuan agar masyarakat mengetahui di wilayah mana para cagub dan cawagub akan berkampanye.
"Nanti orang bisa melihat, misalnya di Jakarta Barat, hari ini jadwalnya Hendardji berkampanye. Jadi, tidak boleh ada gesekan dengan pasangan calon lain di lapangan sehingga masyarakat bisa lapor ke Panwaslu," kata Ramdansyah, Selasa (26/6/2012).
Namun, menurut Ramdansyah, hal ini hanya merupakan masukan kepada KPU, bukan sebagai bentuk kritik atas kinerja KPU DKI Jakarta.
"Ini bukan kritik, cuma memberikan masukan pada KPUD terkait jadwal kampanye yang sudah dibuat. KPU dalam tugasnya, sebagai bagian dari fungsi komunikasi, informasi, dan edukasi untuk masyarakat," katanya.
Di sisi lain, menanggapi masukan Ketua Panwaslu, Ketua Pokja Pencalonan KPU DKI, Jamaluddin, mengatakan pihaknya menerima masukan tersebut. Menurutnya, selama ini pihak KPU DKI Jakarta sudah ikut menginformasikan jadwal kampanye pasangan calon.
"Kami sudah menginformasikan jadwal kampanye melalui website KPU DKI. Panwaslu seharusnya juga bisa membantu sosialisasi," ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu penyebab minimnya informasi jadwal kampanye di media adalah mengenai tidak ada anggaran khusus untuk mensosialisasikan jadwal kampanye pasangan calon.
"Tidak dianggarkan biaya khusus untuk sosialisasi jadwal kampanye, karena jadwal itu lebih untuk pemain dan Panwaslu yang mengawasi. Titik tekan kita tidak kepada publik," tutur Jamaluddin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang