Surabaya

Di Lapas Madiun, Penghuni Kendalikan Bisnis Ganja

Kompas.com - 27/06/2012, 04:31 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Lembaga pemasyarakatan (lapas) ternyata masih belum juga bersih dari narkoba. Terbukti, baru-baru ini anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengungkap praktik jual-beli barang haram yang dikendalikan dari Lapas Madiun, Jawa Timur.

Praktik melawan hukum tersebut terungkap setelah mengamankan seorang kurir ganja bernama Agus Bhakti (24), warga Jalan Rungkut Tengah I, Surabaya. Buruh bangunan tersebut ditangkap berkat operasi penyamaran polisi yang berpura-pura menjadi pembeli.

"Berdasarkan pengakuannya, barang tersebut adalah milik napi Lapas Madiun. Dia biasanya hanya disuruh mengantarkan ke seseorang di Surabaya," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Anom Wibowo, Selasa (26/6/2012).

Polisi, kata Anom, sebelumnya sempat berkomunikasi melalui telepon dengan Bejo, napi pemilik ganja tersebut, saat memesan barang. Polisi juga menyanggupi saat Bejo meminta syarat untuk mentransfer uang sebelum barang dikirim ke pemesan.

"Setelah ditransfer, dia menyuruh pemesan berhubungan dengan Agus, kurir yang akan memberi ganja yang dipesannya," tambah Anom.

Beberapa tempat pertemuan menjadi pilihan polisi untuk menemui Agus. Polisi penyamar itu akhirnya sepakat bertemu Agus di sebuah rumah kosong di Jalan Cipta Menanggal III. Saat itu juga polisi langsung membekuknya bersama barang bukti 3 paket kecil ganja seberat 5 gram. Sementara barang pesanan polisi berupa ganja seberat 1 kilogram ditemukan di selokan dekat lokasi.

Anom berjanji akan terus mengembangkan kasus ini melalui koordinasi dengan pihak Lapas Madiun. Adapun Agus terancam penjara maksimal 20 tahun karena melanggar UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau