"Panser" Dulu Lebih Tangguh dari yang Sekarang

Kompas.com - 27/06/2012, 05:19 WIB

GDANSK, KOMPAS.com — Jerman dulu dan sekarang, siapa yang akan menang jika dikomparasi? Opini pribadi Steffen Potter, team reporter UEFA, akan membuat segalanya jelas. Sebelas pemain tim Jerman zaman dulu adalah pendapat pribadi Potter dan ia hanya memasukkan pemain-pemain yang pernah disaksikannya. Berikut hasilnya:

Kiper: Manuel Neuer Vs Oliver Kahn

Manuel Neuer adalah kiper hebat, tetapi jika dibandingkan Oliver Kahn, ia harus mengakui keunggulan seniornya. Kalau Neuer dirasa pantas disebut Kiper Terbaik Eropa, Kahn adalah Kiper Terbaik Dunia sepuluh tahun lalu.

(Skor: Jerman Sekarang 0-1 Jerman Dulu)

 

Bek Kiri: Phillip Lahm Vs Andreas Brehme

Di posisi itu, Lahm jelas pemain yang lengkap dan salah satu bek kiri terbaik dunia saat ini. Namun, peran Brehme lebih vital bagi tim. Brehme tak jarang mencetak gol penentu kemenangan, bahkan ia sering didaulat sebagai eksekutor saat timnya mendapat penalti. Yang paling fenomenal adalah saat sepakan penaltinya menamatkan Belanda di babak 16 besar Piala Dunia 1990 plus memupus harapan Argentina di partai puncaknya.

(Skor: 0-2)

 

Bek Tengah: Holger Badstuber Vs Juergen Kohler

Kohler merupakan bek terbaik pada masanya. Gaya permainannya klasik, dengan menempel erat pemain lawan. Akan terlihat kuno jika dibandingkan dengan Badstuber. Meski berusia 23 tahun, kemampuan Badstuber lebih lengkap dari Kohler.

(Skor: 1-2)

 

Bek Tengah: Mats Hummels Vs Matthias Sammer

Peran Sammer vital di pertahanan Jerman. Legenda Borussia Dortmund itu contoh terbaik bek gantung zaman dulu, yang kerap disebut sebagai libero. Bahkan, ada anggapan kalau Sammer maju ke depan, sesuatu akan terjadi. Gol. Buktinya adalah kontribusi Sammer di perempat final Piala Eropa 1996. Hummels? Ia hanya akan maju ketika keadaan aman, bukan karena naluri pembunuhnya. Sammer jelas mengungguli yuniornya.

(Skor: 1-3) 

 

Bek Kanan: Jerome Boateng Vs Stefan Reuter

Sebenarnya, Lahm lebih favorit untuk posisi kanan. Kecepatan Reuter jadi kekuatan utamanya. Sementara Boateng masih mencari jati diri untuk posisi aslinya, apakah menjadi bek kanan atau bek tengah?

(Skor: 1-4)

 

Gelandang Bertahan: Bastian Schweinsteiger Vs Lothar Matthaeus

Sebuah surat kabar Jerman sempat menyebut Matthaeus sebagai pemain yang "bertubuh besi". Hal itu merujuk pada permainan lugas dan tanpa komprominya. Schweini—sapaan Schweinsteiger—bagus, tapi untuk bertahan, Matthaeus masih lebih unggul.

(Skor: 1-5)

 

Gelandang Bertahan: Sami Khedira Vs Stefan Effenberg

Effenberg adalah tandem terbaik Matthaeus. Keduanya begitu eksplosif ketika bertandem di lini tengah, posisi awal yang membuat Matthaeus meraih kegemilangan di klub dan timnas. Khedira harus belajar baik dari sang senior, Effenberg.

(Skor: 1-6)

 

Penyerang/Sayap Kiri: Lukas Podolski Vs Thomas Haessler

Haessler adalah penyerang krusial Jerman di Piala Dunia 1990, kemampuan giringan bola, dan kecepatannya begitu dikagumi saat itu. Namun, catatan Podolski (44 gol/100 caps) lebih baik ketimbang Haessler (11 gol/101 caps). Selain itu, Poldi—panggilan Podolski—lebih aktif mundur membantu lini pertahanan.

(Skor: 2-6)

 

Gelandang Serang: Mesut Oezil Vs Uwe Bein

Oezil berhasil membantu Real Madrid keluar dari bayang-bayang Barcelona musim lalu. Pemain yang mampu menciptakan peluang dan mencetak gol dengan sama baiknya. Perannya sebagai dirigen tim tuntas dilakukannya bersama tim Jerman sekarang.

(Skor: 3-6)

 

Penyerang/Sayap Kanan: Thomas Mueller vs Andreas Moeller

Piala Eropa 1996 adalah panggung milik Moeller. Catatan 29 gol dari 85 partai internasional adalah rekor bagus baginya. Teknik dan dribelnya luar biasa bagus.

(Skor: 3-7)

 

Bomber: Miroslav Klose Vs Jurgen Klinsmann (4-7)

Mario Gomez memang menjadi starter dalam tiga pertandingan grup Piala Eropa 2012. Namun, jumlah gol Klose di turnamen resmi membuatnya menjadi predator Jerman tergarang saat ini, mengungguli pencapaian Klinsmann di Piala Eropa 1996.

(Skor: 4-7)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau