Sopir Angkot Dibacok, Korban Perseteruan Dua Ormas

Kompas.com - 27/06/2012, 13:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus pembacokan terhadap Adi Saputra (23), sopir angkot yang hendak menurunkan spanduk kampanye Alex Noerdin-Nono Sampono, diduga salah sasaran. Adi dibacok karena diduga sebagai anggota salah satu ormas, padahal tidak demikian.

Hal ini diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto, Rabu (27/6/2012), di Mapolda Metro Jaya. "Pelaku penyerangan terhadap sopir angkot itu diduga adalah ormas Forum Betawi Rempug (FBR)," ujarnya.

Saat dihubungi via telepon, Kapolsek Metro Pesanggrahan Komisaris Darmawan Situmorang menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula saat Adi mendapatkan proyek untuk mengangkut seluruh atribut Alex-Nono di kawasan Ulujami pada Selasa (26/6/2012) pukul 22.00. Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta itu pada Selasa sore sempat datang berkampanye di wilayah tersebut.

Usai acara, Adi kemudian berupaya menata spanduk dan umbul-umbul Alex-Nono. "Posisi spanduk itu ada persis di samping pos Pemuda Pancasila (PP). Tiba-tiba saja ada 10 motor, yang pengendaranya mengenakan helm dan tutup muka, membacok punggung Adi dan langsung melarikan diri," tutur Darmawan.

Ia memastikan, peristiwa itu tidak terkait dengan proses kampanye yang tengah berlangsung. "Tidak ada kaitannya. Hanya salah sasaran karena di lokasi itu selama ini memang sering terjadi perseteruan antara FBR dan PP," ucap Darmawan.

Polisi, lanjutnya, sudah sempat mengejar pelaku sampai ke Ciledug, Tangerang Selatan. Namun, polisi kehilangan jejak. Saat ini, polisi masih menghimpun keterangan dari keluarga Adi yang berprofesi sebagai sopir angkot C15 itu.

"Setelah keterangan dari korban didapat, kami akan panggil saksi lainnya, bisa dari kedua ormas itu, untuk menjelaskan perkaranya," pungkas Darmawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau