Guru Harus Rekomendasikan Siswa Miskin ke RSBI

Kompas.com - 27/06/2012, 13:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengimbau para guru agar berperan aktif merekomendasikan siswa-siswinya yang masuk dalam kategori miskin ke sekolah berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Menurut Nuh, langkah ini merupakan cara paling efektif untuk membantu sekolah RSBI memenuhi kewajibannya memberikan 20 persen kursi untuk siswa miskin.

"Ini yang paling efektif karena guru yang paling tahu siswa mana yang memenuhi kriteria miskin berprestasi untuk dimasukkan ke RSBI," kata Nuh, Rabu (27/6/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Sebenarnya, kata Nuh, sejak jauh hari ia telah memberikan imbauan serupa. Sekolah-sekolah RSBI dituntut untuk menjemput para siswa miskin agar kuota minimal penerimaan siswa miskin dapat terpenuhi. Akan tetapi, imbauan itu dinilainya belum dilaksanakan dengan baik karena secara proses memerlukan waktu dan memungkinkan adanya salah sasaran.

"Ada sekolah yang menjemput bola, itu yang harus didorong supaya kuota minimal untuk siswa miskin benar-benar dapat dipenuhi," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menetapkan bahwa seluruh sekolah berlabel RSBI harus mengalokasikan 20 persen kursi dari total siswanya bagi siswa miskin. Kenyataannya, banyak sekolah belum memenuhi aturan tersebut. Ada beberapa pemicu, di antaranya karena minimnya jumlah pendaftar di sekolah RSBI yang berasal dari golongan miskin. Alasannya, berdasarkan survei koalisi pendidikan di wilayah Jakarta, para siswa miskin merasa takut atau minder untuk mendaftar ke RSBI karena dibayang-bayangi oleh stigma pembiayaan di sekolah RSBI yang dikenal mahal.

"Padahal patokan 20 persen itu sudah disesuaikan dengan angka kemiskinan di suatu daerah. Bahkan secara umum sudah lebih besar dibandingkan prosentase warga miskin di semua daerah," kata Nuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau