Puntung Rokok Diduga Pemicu Kebakaran di Dewi Sartika

Kompas.com - 27/06/2012, 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Musibah kebakaran yang melanda satu blok di Jalan Dewi Sartika, RT 04, RW 05, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, diduga berasal dari puntung rokok.

Hal tersebut diungkapkan Iwan (33), salah seorang penghuni rumah kontrakan.

"Di atas itu ada jemuran pakaian. Perkiraan saya ada puntung rokok di tumpukan kayu-kayu kaso gitu. Ketiup sama blower AC, saya enggak ngeh," ujarnya di lokasi kejadian, Rabu (27/6/2012).

Satu blok tersebut terdiri dari dua bagian, satu bagian depan yang terdiri dari satu rumah makan sate tegal, satu warung pulsa, dan lantai dua bangunan adalah warung internet. Sementara itu, bagian belakang blok tersebut adalah satu kantor dan tiga rumah kontrakan. Blok tersebut diketahui milik satu orang bernama Herni (68).

"Itu punya satu keluarga. Rumahnya petak-petak gitu. Satu rumah tante saya, satu rumah saya, dan saudara saya juga. Semuanya nomor 29," lanjutnya.

Penghuni lain, Mincu (47), mengatakan memanggil pemilik warnet ketika api membesar, untuk mengeluarkan 10 perangkat komputer. Dua unit komputer diketahui habis terbakar, sementara delapan lainnya dan tiga kulkas berhasil diselamatkan.

"Pemilik warung pulsa posisinya di atas. Dia teriak-teriak minta tolong madamin api. Akhirnya ya cuma bisa nyelametin segitu," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 dengan bantuan 13 mobil pemadam kebakaran. Warga dilarang memasuki lokasi kebakaran karena menghindari sisa puing yang membahayakan. Jalan Dewi Sartika kedua arah pun telah dibuka, meski sedikit tersendat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau