Faisal: Birokrasi ibarat Ikan, Busuknya di Kepala, Bukan di Ekor

Kompas.com - 27/06/2012, 16:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri, mengatakan, birokrasi ibarat ikan. Busuknya ada di kepalanya, bukan di badan ataupun ekornya. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, di Balaikota.

"Birokrasi itu ibarat ikan. Jika ikannya busuk maka asal kebusukannya adalah dari kepala. Jika bagian atas (kepalanya) sudah busuk maka bagian badan hingga ekor akan busuk juga dan sebaliknya. Sebagaimana ada di dalam diri manusia, ada yang baik ada yang buruk. Kalau kepalanya memerintahkan yang baik-baik, badan dan ekornya tidak akan busuk," jelas Faisal, di Balaikota Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Ia mengungkapkan, tidak semua pegawai negeri sipil bersikap menyalahi aturan yang ada. Pada prinsipnya, kata Faisal, ada dua macam manusia, yaitu manusia yang baik dan yang tidak baik. "Kita perlu meminimalkan dan akhirnya bisa menghilangkan yang tidak baik itu," tegasnya.

Ia mengungkapkan, "Birokrasi adalah ujung tombak pelayanan publik baik dari tingkat pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan. Birokrasi adalah cerminan bagaimana mereka melayani warga kotanya. Bila warga tidak puas dengan pelayanan yang diterima, itu adalah cerminan dari wajah birokasi di DKI Jakarta," tegas calon gubernur dengan nomor urut 5 ini.

Menurut Faisal, pada dasarnya birokrasi dilihat dari manusianya banyak yang baik. "Itu yang membuat kami optimistis. Mudah-mudahan kalau sentuhannya benar ke pusat urat nadi, birokrasi ini akan bekerja sesuai apa harapan kita. Itu keyakinan yang saya share," tuturnya.

Faisal menjelaskan, banyak faktor yang memengaruhi kepuasan masyarakat atas kerja birokrasi. Faktor-faktor tersebut di antaranya remunerasi pegawai, sistem kerja, evaluasi kinerja, dan termasuk pemimpin yang paling tinggi. Satu prinsip yang akan mempermudah proses birokrasi adalah transparansi.

"Dengan adanya transparansi, kemungkinan untuk terjadinya penyalahgunaan akan dapat diminimalkan," jelasnya.

Menurutnya, proses transparansi dapat dimulai dari hal-hal di sekitar. Contohnya seperti pengumuman jumlah hasil sumbangan di masjid, harus jelas saldonya berapa, terima berapa, dan transparansi distribusi dana BOP dan BOS agar mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau