KOMPAS.com - Tugas Fabio Coentrao di babak semifinal Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, Rabu (27/6) malam, jelas. Bek Portugal yang bermain untuk Real Madrid itu harus mengamankan sayap kiri.
Ini diperlukan guna menjamin pergerakan Cristiano Ronaldo dalam upayanya mencocor gawang Iker Casillas. Tugas sebagai penjamin dan bahkan pengalih serangan itu memang berat.
Apalagi, Coentrao sempat mengalami gangguan pada kaki kiri. Ini membuat pemain dengan postur 179 sentimeter dan bobot 66 kilogram itu absen pada latihan Sabtu lalu.
Namun, Paulo Bento yakin anak asuhannya itu mampu. Mantan pemain Benfica itu diharapkan sudah bisa tampil penuh saat laga penting Rabu ini.
Bento ogah kehilangan pemain bertahan dengan kemampuan lengkap dan berdedikasi seperti Coentrao. Kemenangan 2-1 atas Belanda dalam penyisihan Grup B dan keunggulan 1-0 atas Ceko pada babak perempat final adalah buktinya.
Coentrao mendemonstrasikan peran yang terus berganti, dari mendukung serangan yang dilakukan Ronaldo hingga melakukan serangan itu sendiri di lapangan kanan lawan.
Bahkan, ia menjadi kunci kemenangan Portugal 3-2 atas Denmark. Coentrao memberikan umpan matang kepada Silvestre Varela yang lantas mengubahnya menjadi gol pada menit ke-87.
Sekalipun Coentrao adalah paket lengkap dengan kemampuan menggiring bola dan menyerang, dalam laga nanti ia mesti konsentrasi pada tugas utama. Penyebabnya, apalagi kalau bukan trio Xabi Alonso, Sergio Ramos, Alvaro Arbeloa yang menjadi rekannya di Madrid.
Walau Ramos dan Arbeloa adalah pemain bertahan, Coentrao tetap mesti waspada. Itu masih ditambah dengan David Silva yang menjadi kekhawatiran besar lini belakang ”Selecao Eropa” dalam laga nanti.
Coentrao memulai penampilannya di Madrid dengan peran yang bergantian, sebagai pemain tengah dan pemain bertahan.
Pelatih Madrid Jose Mourinho sempat memberinya sanksi karena kedapatan mengisap rokok. Itu dilakukannya seusai merayakan ulang tahun ke-24 pada Maret lalu.
Ia juga dituding menjadi salah satu sebab kekalahan Madrid atas Bayern Muenchen dalam semifinal leg pertama Liga Champions. Ketika itu, Madrid ditekuk Bayern Muenchen 1-2.
Namun, Coentrao mengatakan, atmosfer saat dirinya berada di klub dan bersama tim nasional sungguh berbeda. Keduanya dipisahkan dengan keyakinan yang bisa atau tidak bisa dibangun di antara sesama pemain.
Di kubu lawan, Jordi Alba, bek kiri ”La Furia Roja”, tengah berada dalam grafik permainan yang meningkat. Apalagi, pemain berusia 23 tahun yang bermain untuk Valencia itu baru saja melakukan negosiasi kontrak bersama Barcelona.
Presiden Barcelona Sandro Rossell pada 26 Juni mengonfirmasi informasi tersebut. ”Saya tidak menyukai fakta bahwa negosiasi ini bocor dan akhirnya diketahui publik. Namun, negosiasi itu memang telah terjadi,” katanya.
Rosell menambahkan, nilai kontrak bagi Alba yang penampilannya selama empat laga terakhir selalu konsisten belum disepakati. ”Berapa banyak kami akan membayar Alba, nakal sangat tergantung dari hasil negosiasi. Segalanya bergantung pada seberapa banyak kamu ingin membayar dan seberapa besar kamu ingin menjual,” ujarnya.
Konfirmasi Rossel muncul hanya sehari setelah direktur komunikasi Valencia Damia Vidagany mengklaim pihaknya meminta 15 juta euro untuk mentransfer Alba.
Arsitek Spanyol Vicente del Bosque menampik kritik bahwa penampilan anak-anak asuhannya membosankan. ”Saya tidak ambil pusing jika penampilan tim disebut membosankan. Selama penampilan kami membaik dan terus maju, hal itu bukan masalah,” ujar Del Bosque. (AP/AFP/REUTERS/INK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang