Menkeu: Negara Perlu Terus Lakukan Reformasi Demi Ekonomi Tumbuh

Kompas.com - 27/06/2012, 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo, menyampaikan bahwa negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu terus melakukan reformasi struktural demi menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah krisis utang Eropa.

"Yang kita musti antisipasi adalah meyakinkan terjadinya pertumbuhan ekonomi berkesinambungan, dan yang kita tentu harus perhatikan bahwa kondisi di AS dan Eropa belum terlalu menunjukkan perbaikan," sebut Agus, di sela-sela Pekan Kegiatan Financial Inclusion, di Gedung JCC, Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Reformasi struktural penting karena, menurut Agus, krisis di AS dan Eropa telah menunjukkan dampaknya terhadap negara berkembang. Dampak tersebut telah menjalar melalui sektor perdagangan.

"Oleh karena itu negara berkembang perlu terus melakukan reformasi struktural supaya bisa perkembangan atau pertumbuhan ekonomi terjaga," sambung Agus.

Ia pun berharap pertemuan antarpemimpin Uni Eropa pada minggu ini bisa menghasilkan kondisi yang lebih baik di zona euro.

"Pada saat pertemuan G20 perkembangannya cukup baik tetapi nanti hasil pertemuan pimpinan di euro zone kita musti dengar dulu hasilnya. Semoga lebih baik dari kondisi sebelumnya," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau