Perbankan

China dan Taiwan Akur soal Fulus

Kompas.com - 27/06/2012, 19:05 WIB

KOMPAS.com — Baku argumentasi soal kedaulatan antara China dan Taiwan memang masih belum usai. Walau begitu, perkara fulus membuat kedua pihak bisa jalan bareng.

Sebagaimana Xinhua menulis pada Rabu (27/6/2012), Bank of China secara resmi membuka kantor cabangnya di Taipei. Ini merupakan kesempatan kali pertama sebuah bank asal China daratan yang menjalankan bisnis langsung di Taiwan.

Dalam kesempatan peresmian pembukaan itu, hadir para petinggi Partai Nasionalis China (Kuomintang), seperti Wu Poh-hisung dan Presiden Bank of China Li Lihui. Merunut sejarah, Kuomintang yang didirikan Dr Sun Yat-sen pada 1894 memang awalnya merupakan bentuk perjuangan melawan dominasi China daratan demi mendirikan Republik China (RRC) di Taiwan. Kini, Kuomintang, melalui perjalanan waktu, memilih mendukung reunifikasi dengan RRC ketimbang merdeka.

"Pembukaan cabang Bank of China di Taiwan adalah momentum kerja sama ekonomi mendalam antara China daratan dan Taiwan," kata Li Lihui.

Lihui menambahkan, pihaknya akan mengikuti semua peraturan perbankan di kedua belah pihak. Selain itu, Bank of China akan melayani masyarakat di bidang perbankan korporasi hingga personal.

Sebagai langkah awal, Bank of China menjalin kerja sama dengan 10 bank Taiwan dalam lingkup bisnis korporasi. "Kami juga berkorespondensi dengan 29 bank Taiwan lainnya," kata Lihui.

Sejak tiga tahun silam, Bank of China sudah membenamkan fulus kredit lebih dari 160 miliar yuan atau setara dengan 25 miliar dollar AS ke industri bisnis Taiwan. "Tiga tahun ke depan, kami mematok target kredit untuk Taiwan di angka 200 miliar yuan," demikian Li Lihui.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau