Berdiri di Pintu KRL, Pria Tanpa Identitas Tewas

Kompas.com - 27/06/2012, 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria tewas setelah jatuh dari Kereta Listrik (KRL) ekonomi di lintasan kereta Jl. Bukit Duri Timur, Tebet, Jakarta Selatan. Pria tanpa identitas tersebut jatuh karena terpeleset saat berdiri di pintu gerbong.

Menurut Kepala Seksi Humas Polsek Tebet, Aiptu Broto Suwarno, peristiwa tersebut terjadi pukul 16.15 WIB. Kereta ekonomi tersebut terlihat padat penumpang. "Dia terpeleset saat kereta melaju kencang," ujarnya lewat pesan singkat kepada wartawan, Rabu (27/6/2012).

Saksi yang melihat peristiwa tersebut adalah Robert Hidayat (46), warga Jl. Gelatik No 9 RT 02 RW 01 Bukit Duri. Ia pun melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Kepolisian Sektor Tebet yang tengah melakukan patroli. "Ciri-ciri badan, kurus , kulit sawo matang, rambut lurus, kaos oblong warna hitam , celana pendek jins biru," lanjutnya.

Pria malang tersebut pun tewas dengan luka di sekujur tubuhnya. Yaitu luka di bagian kepala , tangan kiri bagian sikut, tangan kanan patah , perut dan mata kaki kanan berlubang. Selanjutnya, petugas pun membawa jasad pria tersebut ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau