Pilkada dki

Alex-Nono Paling Sering Muncul di Media Massa

Kompas.com - 27/06/2012, 22:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin-Nono Sampono, paling sering muncul di media massa.

Hal ini tergambar dari hasil penelitian yang dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta periode 1 Juni hingga 15 Juni 2012.

Berita foto Alex-Nono muncul sebanyak 59 kali di media yang diteliti. Pasangan berikutnya yang fotonya paling sering muncul adalah Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini sebanyak 56 kali.

Penilaian foto ini didasarkan pada pelaporan jurnalis online, cetak, dan televisi yang memunculkan sosoknya tanpa ada kandidat lain.

"Dominasi yang berlebihan pada calon tertentu, sebaiknya dapat dihindari. Ada sejumlah berita yang muncul tidak jelas jenisnya, antara iklan atau berita. Dari isinya tidak berbeda dengan iklan, namun dimuat sebagai berita," kata Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Ignatius Haryanto, Rabu (27/6/2012) di Jakarta.

Pada periode yang sama dan pada jumlah berita yang sama, pasangan Alex-Nono juga paling banyak diliput media, bersama pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama, dan pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini. Tiga pasang calon ini muncul sebanyak 69 kali laporan.

Tim peneliti AJI mengukur keberimbangan peliputan media dari parameter isi, foto, dan nada (tone) pemberitaan.

Penelitian dilakukan pada empat media online (detik.com, kompas.com, vivanews.com, okezone.com), delapan media cetak (Warta Kota, Pos Kota, Indo Pos, Koran Jakarta, Republika, Kompas, Koran Tempo, Suara Pembaruan), dan empat media televisi (Metro TV, TV One, RCTI, JakTV).

Penelitian dilakukan dengan menggunakan lembar koding diolah dalam metode statistic package for social science.

Sementara untuk pemantauan berita televisi, tim peneliti baru melakukan pada periode 1 Juni sampai 10 Juni. Hal ini karena ada kesulitan teknis data dari JakTV, belum dapat diperoleh rekamannya.

Adapun tim peneliti yang terlibat antara lain Abdul Malik, Agung Budiono, Arthur Gideon, Arto Subarkah, Ignatius Haryanto, Lutviah, Rika Theo, dan Vicki Rahman.

Pemantaun pemberitaan media mengenai Pilkada DKI akan dilanjutkan sampai dua bulan ke depan. Rencananya penelitian dapat mencakup pemberitaan saat pendaftaran, kampanye, hari pemilihan, dan paska pemilihan.

Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers mengingatkan agar media massa tidak menjadi partisan. Harus pada batas yang jelas antara iklan dan berita yang sifatnya independen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau