Bentrok

Penyerang Pos Ormas Bawa Senjata Rakitan

Kompas.com - 28/06/2012, 02:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi saling serang pos organisasi kemasyarakatan masih saja terjadi di wilayah pinggiran Jakarta. Penyerangan di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (27/6/2012) sore, sebagaimana disebutkan pihak keamanan, bahkan menyertakan penggunaan senjata api rakitan.

"Ada semacam senjata api rakitan yang ditemukan di jalan," kata Komisaris Alip, Kapolsek Ciputat, kepada wartawan di Mapolsek Ciputat, Rabu (27/6/2012).

Sayangnya, pengguna senpi rakitan tersebut tidak bisa diamankan lantaran cepat melarikan diri saat petugas kepolisian tiba di lokasi. Senpi bersama sejumlah senjata tajam dan dua unit sepeda motor ditinggal pergi begitu saja di jalan. Alhasil, aparat hanya berhasil mengamankan satu tersangka di antara ratusan orang yang terlibat penyerangan.

Kompol Alip menerangkan, pada Rabu siang serombongan orang dari ormas tertentu bergerak dari arah Pondok Aren menuju Ciputat.

"Rombongan bisa dibubarkan aparat kami di pertigaan Duren ke arah jembatan tol Tegal Rotan," kata Alip.

Namun, kelompok tersebut telah berhasil menyerang dua pos ormas lawan, masing-masing di Rengas dan Pisangan, Ciputat. Meskipun rombongan tersebut telah melakukan pengrusakan, termasuk atas satu unit mobil sedan, ia enggan menyebut aksi tersebut sebagai sweeping. Ia lebih memilih menyebut aksi rombongan yang diduga berasal dari ormas tertentu itu dengan istilah "mengelilingi wilayah".

"Mudah-mudahan tidak ada korban. Sejak siang kami sudah koordinasi dengan anggota untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Alip.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau